Gelar Demonstrasi, Warga Gresik Dukung KPK Tuntaskan Kasus di Perumda Giri Tirta

klikjatim.com
Massa aksi Gepal saat datangi kantor Perumda Giri Tirta Gresik di Jalan Permata Graha Bunder Asri Kembangan Kebomas Gresik. (Faiz/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik - Masyarakat Gresik yang tergabung dalam Gerakan Penolak Lupa (Gepal) menggelar aksi unjuk rasa di kantor Perumda Giri Tirta Gresik, Kamis (8/4/2021). Mereka pun menyampaikan dukungan serta dorongan kepada Komisi Pemberantas Korupsi (KPK), dalam mengusut tuntas dugaan perkara yang sedang ditangani di tubuh Perumda tersebut. 

[irp]

Baca juga: Tingkatkan Kesadaran Safety Riding dan Bangkitkan Semangat Pelajar, MPM Honda Jatim Gelar School Roadshow

Apalagi sudah banyak pihak yang diperiksa oleh KPK. Termasuk direktur utama (dirut) Perumda Giri Tirta hingga mantan dirut yang telah menjabat sebelumnya. Bahkan, penyidik KPK juga sudah mendatangi kantor perusahaan air minum daerah tersebut.

Korlap aksi, Syafikuddin mengatakan, tujuannya menggelar unjuk rasa tersebut untuk mendukung KPK agar mengusut tuntas kasus dugaan korupsi di tubuh instansi setempat. Selain itu, kasus dugaan korupsi yang belum diselesaikan di kabupaten Gresik harus diambil alih. 

“Jelas ini ada kebocoran dana di rekanan PDAM. Sehingga KPK segera tetapkan tersangka bila sudah cukup bukti,” menurutnya.

Baca juga: Bawa Semangat Sportivitas, Honda DBL 2026 East Java – South Resmi Bergulir Jadi Wadah Potensi Pelajar di Malang

Dan pelaku koruptor harus dihukum seberat-beratnya. Sebab dinilai menyengsarakan rakyat, sekaligus untuk memberikan efek jera.

Sementara itu Dirut Perumda Giri Tirta, Siti Aminatus Zariyah mengaku mengapresiasi atas penyampaian aspirasi yang berlangsung dengan tertib. “Kami selalu pro aktif memberikan keterangan terhadap penyidik KPK. Kami tidak menghalangi kinerja KPK. Kami akan dukung sepenuhnya terhadap KPK,” kata Risa, sapaan akrabnya.

Baca juga: Honda DBL 2026 East Java – North Bergulir, MPM Honda Jatim Hadirkan Kompetisi dan Aktivitas Seru untuk Generasi Muda

Selain dirinya, tiga direksi yang lain juga sudah dimintai keterangan oleh penyidik KPK. Bahkan mantan direksi periode 2010 sampai 2018 yang dijabat oleh Muhammad pada saat itu juga sudah dimintai keterangan.

“Pemeriksaan tentang proyek investasi dengan PT Dewata dengan anggaran Rp 47 Miliar dan PT Drupadi dengan anggaran Rp 84 Miliar pada tahun 2012. Airnya dari kali Kota Surabaya di Legundi. Proyek itu sudah dinikmati masyarakat,” tandasnya. (nul)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru