KLIKJATIM.Com | Blitar - Pandemi tidak hanya menurunkan perekonomian secara global, namun juga mempengaruhi pendapatan para Pekerja Seks Komersial (PSK) di Kabupaten Blitar. Agar banyak peminat, Wahyudiono (39), warga Kelurahan Jegu, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar ini mempekerjakan PSK dengan tarif corona Rp 100 ribu sekali main.
[irp]
Baca juga: Sepanjang Mei 2026, Polres Blitar Ungkap 12 Kasus Narkoba
Namun belum lama nyambil sebagai mucikari di masa pandemi ini, Wahyudiono yang sehari-hari membuka warung kopi ini diamankan polisi lantaran menjadi penyedia jasa prostitusi. "Kami mengamankan barang bukti berupa sprei dan uang tunai sebesar Rp 300 ribu. Tersangka selanjutnya kami amankan untuk pemeriksaan lebih lanjut," ujar Kapolres Blitar AKBP Leonard M Sinambela.
Baca juga: Santri Asal Kediri Hilang Terseret Ombak Saat Outing Class di Pantai Pangi Blitar
Dari pengakuan tersangka, dia membuka jasa prostitusi bertarif Rp 100 ribu. Dengan harga tersebut , pria hidung belang langganannya sudah bisa mengencani seorang PSK sekaligus disediakan sebuah kamar di warung kopi miliknya.
"Saya hanya memungut Rp 15 ribu dari tarif Rp 100 ribu ini. Sedangkan sisanya diberikan kepada si PSK," kata Wahyudiono.
Baca juga: Tiga Gadis Belia Dijual ke Pria Hidung Belang, Lima Mucikari Diciduk Polres Blitar Kota
Dikatakan, ada empat kamar yang saya sediakan. Untuk satu kamar dan satu perempuan tarifnya Rp 100 ribu. Dia sudah membuka jasa esek-esek di dalam warkopnya sejak lima tahun terakhir. (ris)
Editor : Iman