Terduga Teroris di Tulungagung Pernah Jadi TKI Korea Delapan Tahun

klikjatim.com
Proses penangkapan terduga teroris di Tulungagung.

KLIKJATIM.Com | Tulungagung - Petugas yang melakukan penggeledahan di rumah Abu Umar, mantan Kades Tenggur kecamatan Rejotangan Tulungagung pada Selasa (30/03) siang tadi mengamankan pasport atas nama N, terduga teroris yang diamankan beberapa waktu sebelumnya.

[irp]

Baca juga: Aksi Dramatis Polres Jember Ringkus Residivis Curanmor: Kejar-kejaran 25 Km hingga Duel Celurit

Dikonfirmasi mengenai hal ini,Abu Umar mengakui jika menantunya pernah keluar negeri untuk bekerja sebagai TKI di Korea selama 8 tahun.

"Memang dulu pernah jadi TKI di Korea selama 8 tahun,"ujarnya.

Mantan Kades Tenggur tersebut mengungkapkan, selama ini tidak ada yang aneh dengan N, dirinya juga bersedia bersosialisasi dengan mengikuti kegiatan warga seperti kenduri dan selamatan yang diadakan oleh warga sekitar.

Abu mengaku sangat kaget dengan penangkapan yang dialami oleh menantunya, perasaannya semakin tidak karuan ketika memikirkan kedua cucunya yang ikut diamankan oleh petugas, saat menangkap N.

"Mending saya yang dibunuh saja, saya pedih,kasihan cucu saya mas,"ucapnya.

Abu menyebut, sehari hari N banyak menghabiskan waktu dengan bermain bersama anak dan keluarganya, namun ketika sore menjelang biasanya N akan mengunjungi ibunya di Kabupaten Blitar yang kini sudah cukup tua.

Baca juga: Topang Stabilitas Ekonomi Nasional, Pendapatan PLN Tembus Rp582,68 Triliun di Tahun 2025

Untuk urusan pekerjaan, menurut Abu, selama ini N memiliki sebuah dump truck yang disewakan kepada teman bisnisnya, sehingga dari penghasilan itu dan hasil sawah di rumah orang tuanya, N menghidupi istri dan dua anaknya.

"Biasanya kalau pagi ya main sama anak anak, terus sore gitu ke Blitar,"terangnya.

Pihaknya tidak bisa memastikan kegiatan yang dilakukan menantunya tersebut di Blitar maupun kegiatan lain saat diluar rumah.

Sementara itu Kapolsek Rejotangan, AKP Heri Poerwanto yang dikonfirmasi mengakui, saat ini proses penggeledahan sudah selesai.

Baca juga: Hadapi Tantangan Geopolitik Global, Wamenaker Tekankan Penguatan SDM Maritim Berbasis SKKNI

Tidak ada garis polisi yang dipasang di lokasi, anggotanya juga tidak ada yang disiagakan di lokasi.

"Sudah selesai mas, tidak digaris polisi, anggota juga kita tarik," pungkasnya. (bro)

Editor : Iman

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru