KLIKJATIM.Com | Jember – Harga cabai sret merah atau dikenal dengan sebutan setan merah yang diperjualbelikan di pasaran Jember masih terbilang relatif mahal. Bahkan, harga per satu kilogramnya berada pada kisaran Rp110.000 hingga Rp120.000.
[irp]
Baca juga: Ratusan Calhaj Sumenep Berstatus Risiko Tinggi, Pengawasan Kesehatan Diperketat
Kekhawatiran akan daya beli masyarakat menurun pun timbul dari sejumlah pedagang cabai rawit di pasar tradisional. Bukan karena akibat melambungnya harga, melainkan karena beredarnya berita cabai yang dicat.
Pedagang cabai di Pasar Tanjung, Titin mengatakan, harga cabai sret masih tetap bertahan di angka Rp110.000 per kilogram. Baginya, itu umum, dirinya hanya mengkhawatirkan beredarnya berita cabai yang dicat dan dijual ke masyarakat.
Baca juga: Said Abdullah Ingatkan Disiplin Kader, Cak Fauzi Bidik 15 Kursi DPRD Sumenep
“Cabai sret sekarang masih Rp110 ribu per kilo. (terkait cabai di cat) ya khawatir, kasihan yang beli, kan di masak, masak ada catnya gitu," katanya, Minggu (28/3/2021).
Dihubungi terpisah, pedagang cabai lainnya Pasar Tanjung Luluk menuturkan, berita harga cabai yang naik dan cabai dicat memang belakangan menyeruak dan menyisakan keresahan masyarakat. Namun, hal itu menurutnya tidak ada di Jember.
Baca juga: Kepercayaan Jadi Fondasi Distribusi Energi, PT Patra Logistik Tunjukkan Perannya di ELSF 2026
"Selama ini terdengarnya kejadian itu tidak hanya di Banyuwangi, tapi juga di daerah lainnya. (Namun demikian) itu nggak sampai tembus ke Jember kok cabai yang di cat itu. Daya beli memang berkurang," tandasnya. (bro)
Editor : Abdus Syukur