Soal Batik Toket, Arumi Bachsin : Jika Penasaran Tinggal Akses di Internet

klikjatim.com
Arumi Bachsin.

KLIKJATIM.Com | Pamekasan - Ketua Dekranasda Jatim Arumi Bachsin Emil Dardak mengajak seluruh pengrajin batik toket di Kabupaten Pamekasan agar memanfaatkan teknologi digital.

[irp]

Baca juga: Buka Peluang Kerja Warga Lokal, PT Terminal Teluk Lamong Fasilitasi Sertifikasi Gada Pratama Gratis

Pasalnya, menurut Arumi, digitalisasi UMKM harus banyak dimanfaatkan para pengrajin untuk dapat memperkenalkan karya kearifan lokal Indonesia ke kancah Internasional.

"Orang-orang lebih banyak menghabiskan waktu di belakang layar. Dalam keadaan ini, mau tidak mau mereka akan berkutat dengan internet," ujar Arumi, Sabtu (27/3/2021).

Bagi Arumi, inovasi di sektor UMKM dengan mengandalkan teknologi menjadi hal yang sangat penting. Sebab, sektor UMKM merupakan tulang punggung Jatim dengan menyumbang PDRB sebesar 56 persen. Dimana hal tersebut membawa Jatim di posisi terbesar kedua pada pertumbuhan ekonominya secara nasional.

Baca juga: Lindungi Hak Sipil Warga, 41 Pasangan di Lamongan Ikuti Isbat Nikah Terpadu 2026

"Ini mempermudah exposure karya batik dari pengrajin lokal. Untuk batik Toket misalnya, baik di Amerika, Jatim, atau di manapun, jika penasaran soal Batik Toket, kita tinggal mengaksesnya melalui internet saja," jelasnya.

Untuk itu, ia berharap Jatim dapat turut andil menentukan posisi Indonesia menuju negara maju, karena banyaknya pelaku usaha. Ia juga menekankan pentingnya regenerasi pengrajin batik. Terutama batik toket khas Pamekasan yang merupakan salah satu produk kearifan lokal Pamekasan.

"Perekonomian negara dan warisan budaya merupakan dua aspek yang saling berkesinambungan. Karenanya, regenerasi perlu dilakukan, agar selanjutnya terus mendapatkan pembinaan. Agar saat generasi kita usai, masih ada yang meneruskan giat-giat generasi kita," terangnya.

Baca juga: Riding Malam Hari? Perhatikan Enam Poin Penting Ini Agar Tetap #Cari_Aman di Jalan

Arumi juga mengingatkan, meski pertumbuhan ekonomi dimbangi dengan arus globalisasi, namun kekayaan budaya yang beragam harus tetap memperhatikan adat istiadat dan seni budaya. "Harapannya, agar batik sebagai salah satu kearifan lokal tidak berakhir di generasi lampau saja, tapi juga generasi penerus bangsa," tandasnya. (bro)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru