KLIKJATIM.Com | Surabaya - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimis industri syariah selama pandemi mampu tumbuh lebih tinggi. Industri syariah dinilai lebih kuat dibandingkan industri konvensional, contohnya kredit perbankan Syariah yang tumbuh 9 persen.
[irp]
Baca juga: Ketua TP PKK Jatim Arumi Bachsin Ajak Mahasiswa Melek dan Bijak Berinvestasi
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso memperkirakan pertumbuhan ekonomi syariah tahun ini bisa tumbuh lebih tinggi dari capaian tahun lalu, hal ini sejalan dengan pemulihan ekonomi nasional sekaligus besarnya potensi berbagai industri berbasis syariah.
Ia mengakui, industri syariah punya potensi besar di Indonesia, karena memiliki penduduk muslim terbesar di dunia. Namun, kondisi penduduk Tanah Air perlu didorong agar lebih maju, sebab masih banyak Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
"Ini yang perlu dibina bersama dan kembangkan. Perlu membuat terobosan bagaimana Indonesia ini menjadi pusat dan masyarakat syariah dunia," katanya.
Baca juga: KPR Lolos Awal Tapi Dibatalkan Akhir, BNI Pamekasan Tuai Polemik
Ia menjelaskan, untuk menciptakan masyarakat yang syariah perlu disiapkan ekosistem mulai dari produknya hingga kualitasnya, dan saat ini di Jatim juga sudah mulai tercipta ekosistem berbasis syariah dengan potensi ribuan pesantren yang ada.
Namun demikian, ia menyadari, Indonesia masih kurang kuat dibandingkan dengan negara lain dalam pengembangan industri syariah, sebagai contoh usaha travel syariah yang dimiliki Thailand.
"Memang secara global, Indonesia yang memiliki penduduk muslim terbesar namun ironisnya masih kalah dengan negara-negara yang nonmuslim, travel syariah kalah dengan Thailand, begitu juga halal food kalah dengan Singapura, artinya Singapura merencanakan ini dengan baik," tuturnya.
Baca juga: RUPSLB Bank Mandiri Tegaskan Dukungan Pemegang Saham dan Penguatan Strategi Menuju 2026
Sementara itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dalam acara itu mengakui bahwa wilayahnya mempunyai 6.864 pondok pesantren yang menjadi kekuatan untuk didorong dalam pengembangan industri syariah.
“Secara spesifik bagaimana konsep halal yang mungkin bisa didiskusikan lebih detail kemudian. Saya juga telah mendorong agar UMKM/IKM bisa masuk ke Kawasan Industri Halal (KIH), ini akan menjadi pintu masuk untuk mendapatkan fasilitas sertifikat halal," pungkasnya. (ris)
Editor : Much Taufiqurachman Wahyudi