KLIKJATIM.Com | Surabaya - Tuntutan industri kepelabuhanan yang terus berkembang saat ini memacu Pelindo III untuk terus berinovasi. Untuk itu Pelindo III membuka kesempatan kepada pegawainya menyampaikan ide perbaikan melalui sebuah kompetisi inovasi bertajuk Inno Reactivation 2.0.
[irp]
Baca juga: Gila, Suami di Surabaya Tega Jual Istri Seharga Rp 500 Ribu
Kompetisi ini untuk memberi ruang kepada para pegawai untuk berkontribusi dalam pengembangan perusahaan. Total Inno Reactivation 2.0 berhasil menjaring 192 ide inovasi untuk berbagai aspek bisnis di lingkungan perusahaan. Pada edisi sebelumnya, kompetisi ini menjaring 106 inovasi.
Baca juga: TTL Berbagi Kebahagiaan Ramadhan bersama 141 Anak Yatim
“Setiap tahun, jumlah inovasi semakin meningkat. Ini menunjukkan bahwa para pegawai memiliki kepedulian untuk memajukan perusahaan. Semangat kreativitas ini yang mendorong kami untuk mengadakan kompetisi inovasi setiap tahun,” kata Direktur Sumber Daya Manusia Pelindo III Edi Priyanto.
Dijelaskan, kompetisi bertitel “Energize Your Idea and Culture”, Inno Reactivation 2.0 berhasil menjaring beberapa ide inovatif, seperti monitoring sistem pompa banjir di Pelabuhan Tanjung Emas, fuel monitoring system untuk bahan bakar alat bongkar muat, dan automatic customs behandle job order untuk kegiatan pemeriksaan peti kemas di Terminal Petikemas Surabaya. “Kami berupaya untuk menjadikan inovasi sebagai budaya kami. Terlebih, 60 persen pegawai Pelindo III merupakan generasi milenial. Ini merupakan modal berharga kami untuk bisa menghadirkan berbagai inovasi,” ungkapnya.
Sementara itu, Asisten Deputi Bidang Teknologi dan Informasi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Imam Bustomi turut mengapresiasi gelaran Inno Reactivation 2.0. “Acara ini selaras dengan upaya BUMN untuk menghasilkan inovasi-inovasi di bidang teknologi guna menyambut ‘Indonesia Emas’ yang berdaya saing tinggi pada 2030,” ucap Imam.
Imam menyatakan Indonesia menyambut masa keemasan di bidang teknologi. Karenanya, Kementerian BUMN berupaya untuk mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan, termasuk sumber daya manusia (SDM) unggul. “Saya berharap, inovasi yang dihasilkan (di Inno Reactivation 2.0) bisa langsung diimplementasikan dalam pengembangan perusahaan,” ajaknya. (ris)
Editor : Much Taufiqurachman Wahyudi