Buntut Penutup Saluran Air, Warga Daditunggal Jombang Balas Tutup Akses ke Pabrik

klikjatim.com
Aksi warga saat melakukan pemblokiran akses masuk ke PT Indonesia Royal Paper. (ist)

KLIKJATIM.Com | Jombang - Puluhan warga Dusun Plumpangwetan, Desa Daditunggal, Kecamatan Ploso, Kabupeten Jombang ngamuk kepada PT Indonesia Royal Paper (IRP). Sabtu (20/3/2021) kemarin, mereka akhirnya memblokir akses masuk ke perusahaan setelah kejadian penutupan saluran air secara sepihak oleh pabrik kertas tersebut.

[irp]

Baca juga: Tingkatkan Kesadaran Safety Riding dan Bangkitkan Semangat Pelajar, MPM Honda Jatim Gelar School Roadshow

Masalah saluran air ini sejatinya sudah lama, tapi belum ada tindakan dari pihak PT IRP. Bahkan mediasi sudah seringkali dilakukan. Yang terakhir dilakukan setahun lalu, dengan hasil PT IRP menyanggupi akan menghidupkan kembali saluran air seperti semula. Tapi kenyataannya sampai sekarang belum juga terealisasi.

"Aksi ini terkait penanganan saluran air warga yang dipakai jalan masuk pabrik. Karena sampai hari ini belum ada penanganan, makanya kita langsung turun untuk melakukan aksi boikot masuk pabrik," kata Huda, salah satu massa aksi.

Dan alasannya menutup jalan akses masuk ke pabrik, karena jalan tersebut merupakan tanah milik warga. Bukan tanah milik pabrik.

Baca juga: Bawa Semangat Sportivitas, Honda DBL 2026 East Java – South Resmi Bergulir Jadi Wadah Potensi Pelajar di Malang

Kemudian diungkapkan, akibat penutupan saluran irigasi oleh pihak pabrik telah menimbulkan banjir di kampung setempat. 

Dengan adanya unjuk rasa ini telah dilakukan mediasi kembali. Beberapa perwakilan dari warga dan PT IRP pun berembuk.

Baca juga: Honda DBL 2026 East Java – North Bergulir, MPM Honda Jatim Hadirkan Kompetisi dan Aktivitas Seru untuk Generasi Muda

"Tadi sudah disepakati untuk tanah gorong-gorong lewat jalur tengah, sesuai kretek di desa," ujar Kades Daditunggal, Suliono.

Adapun proses pembangunannya diperkirakan 1 bulan harus selesai. Kesepakatan ini tertuang dalam berita acara yang ditandatangani oleh para pihak. (nul)

Editor : Tsabit Mantovani

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru