KLIKJATIM.Com | Surabaya - Menjelang musim giling tahun 2021, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X melakukan persiapan untuk memenuhi target kinerjanya. PTPN X akan fokus pada tiga sasaran utama, yaitu sinergy & profitability, operational excellence, dan ekspansi lahan.
[irp]
Baca juga: PTPN I Regional 5 Kucurkan TJSL Rp207,6 Juta untuk Hunian Layak dan Lingkungan Sehat di Jember
Pada sasaran sinergy and profitability, PTPN X berfokus pada perbaikan off farm, peningkatan hari giling, dan pemberdayaan workshop Nusantara Maintenance Facilities (NMF), sedangkan terkait operational excellence, produktivitas dan rendemen yang akan ditingkatkan. Pada sasaran ekspansi lahan, PTPN X akan menambah lahan IPL dan juga meningkatkan lahan Agroforestry melalui sinergi dengan Perhutani.
"Guna mencapai tiga sasaran utama tahun 2021 ini, PTPN X memiliki inisiatif utama yang akan dijalankan yaitu optimalisasi aset, intensifikasi, dan ekstensifikasi lahan," terang Aris Toharisman, Direktur PTPN X.
Baca juga: Gila, Suami di Surabaya Tega Jual Istri Seharga Rp 500 Ribu
Optimalisasi aset yang akan dilakukan antara lain kerjasama pengembangan lahan/bangunan, mengundang investor strategis, optimalisasi produksi kompos dan gula ritel, serta pengembangan cerutu. Di sisi intensifikasi dan ekstensifikasi lahan, PTPN X akan melakukan pemanfaatan varietas unggul baru hingga peningkatan kemitraan dengan petani.
Dari sisi keuangan, PTPN X juga akan melakukan cost reduction program (CRP) yang terintegrasi dengan lean six sigma. CRP adalah mengurangi biaya yang tidak memberikan keuntungan bisnis, namun tanpa memberikan dampak negatif terhadap kualitas. Aris juga meminta masing-masing anak perusahaan untuk terus melakukan optimalisasi kapasitas produksi dan evaluasi terhadap proses bisnisnya, sehingga mampu memberikan kontribusi kepada PTPN X.
Baca juga: TTL Berbagi Kebahagiaan Ramadhan bersama 141 Anak Yatim
"Tiga strategi utama harus dijadikan pedoman dan inisiatif utama harus dijalankan dengan baik, sehingga target kinerja dapat tercapai dengan optimal," terang Aris. (ris)
Editor : Much Taufiqurachman Wahyudi