KLIKJATIM.Com | Ponorogo – Pemberian bantuan untuk pasien Covid 19 yang menjalani isolasi mandiri (isoman) dari Pemkab Ponorogo dihentikan. Kebijakan ini berlaku sejak bulan februari kemarin.
[irp]
"Sudah mulai bulan lalu (Februari)," ujar Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Ponorogo, Supriadi, Jumat (19/3/2021).
Diakui, selama pandemi Covid-19 pada tahun 2020 memang ada bantuan untuk pasien isoman. Namun untuk tahun 2021 hanya terealisasi sampai bulan Januari saja.
"Alokasi anggaran untuk bantuan tersebut dihentikan lantaran adanya refocusing untuk penanganan Covid-19," lanjutnya.
Hal ini pun sudah dikonfirmasikan kepada BPPKAD. Sebab dalam penanganan Covid-19 ini ada kegiatan lain yang harus dilaksanakan, sehingga anggarannya dialihkan pada program prioritas.
Baca juga: Pencarian Korban Tenggelam di Perairan Pulau Mandangin Sampang Masih Nihil
Memang ada beberapa keluarga pasien Covid-19 yang sempat menanyakan keberadaan bantuan tersebut. Walaupun keberadaan bantuan ini memang cukup membantu mereka, tapi dia tidak bisa berbuat banyak.
"Pada beberapa kasus, warga setempat dan pemerintah desa sampai ikut memberikan bantuan kepada pasien yang sedang isolasi mandiri, agar asupan nutrisinya terjaga sehingga imunnya meningkat dan segera sembuh," urainya.
Adapun paket bantuan yang sempat dibagikan berupa beras, telur, vitamin, minyak. Juga terkadang ada buah, dan kebutuhan pangan lainnya.
"Bantuan tersebut diberikan selama 14 hari kepada setiap pasien Covid-19 yang sedang isolasi mandiri, " paparnya.
Tahun 2020 lalu, kata dia, anggaran yang digunakan untuk penyaluran bantuan tersebut sebesar Rp 174.129.500. "Kalau kami dari Dinsos memahami keputusan itu, karena berdasarkan hasil rapat memang ada beberapa hal prioritas lain yang membutuhkan anggaran lebih. Dinsos hanya melaksanakan keputusan itu," pungkasnya. (nul)
Editor : Fauzy Ahmad