Kasus Covid-19 Anggota Satpol PP Tulungagung Jadi 10 Orang, Awalnya Tertular dari Istri

klikjatim.com
Kepala Satpol PP Tulungagung, Wahyid Masrur saat memberikan keterangan. (Iman/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Tulungagung - Perkembangan kasus konfirmasi positif Covid-19 di lingkungan Satpol PP Kabupaten Tulungagung bertambah. Yang sebelumnya 7 orang, kini berdasarkan data terakhir ada 3 anggota lagi yang dinyatakan terkonfirmasi Covid-19 sehingga totalnya menjadi 10 kasus. Saat ini mereka pun menjalani karantina atau isolasi mandiri (isoman).

[irp]

Baca juga: Tingkatkan Kesadaran Safety Riding dan Bangkitkan Semangat Pelajar, MPM Honda Jatim Gelar School Roadshow

"Data yang kita miliki ada lebih kurang 10 orang ya, yang terkonfirmasi. Semuanya itu adalah bagian administrasi (kesekretariatan), kalau yang bagian lapangannya negatif semua," ujar Kepala Satpol PP Tulungagung, Wahyid Masrur saat ditemui di Pendopo, Senin (15/3/2021).

Dia menegaskan, bahwa upaya tracing, treatment dan testing sudah dilakukan kepada seluruh anggota Satpol PP dan Damkar Pemkab Tulungagung. Harapannya tidak ada penambahan lagi kasus baru di instansi yang sedang dipimpinnya tersebut.

"Semua saya minta swab, yang regu rajawali juga. Damkar juga saya minta swab, semuanya tanpa kecuali," ucapnya.

Baca juga: Bawa Semangat Sportivitas, Honda DBL 2026 East Java – South Resmi Bergulir Jadi Wadah Potensi Pelajar di Malang

Wahyid mengungkapkan, klaster penyebaran Covid-19 di lingkungan kantornya bermula saat istri salah satu anggota Satpol PP ada yang terkonfirmasi covid. Ia sebelumnya usai melakukan kunjungan (kunker) dari luar kota.

Kemudian menular kepada suaminya yang merupakan anggota Satpol PP. Setelah itu langsung dilakukan upaya tracing dan hasilnya ditemukan ada 10 orang ikut terpapar.

Baca juga: Honda DBL 2026 East Java – North Bergulir, MPM Honda Jatim Hadirkan Kompetisi dan Aktivitas Seru untuk Generasi Muda

Meski ada 10 anggota yang terkonfirmasi covid, tapi berbagai agenda seperti operasi yustisi maupun penegakkan jam malam tetap dijalankan. Tidak ada penghentian kegiatan, karena anggota Satpol PP yang biasa di lapangan sudah siap dan tidak terkonfirmasi.

"Terus jalan, terus operasi yustisinya. Sebab tim rajawali ndak ada yang positif, mereka negatif semua. Jadi operasi yustisi dan penegakkan aturan jam malam terus kita lakukan," pungkasnya. (nul)

Editor : Iman

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru