KLIKJATIM.Com | Surabaya - Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini ternyata merupakan satu di antara sekian orang yang memiliki kecintaan terhadap burung. Dan sebagai pengobat rindunya, ia pun menyempatkan waktu di sela berkumpul sama keluarga untuk datang ke acara pameran merpati hias yang diselenggarakan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya di Gelanggang Remaja, Surabaya pada Minggu (14/3/2021).
[irp]
Risma mengaku kedatangannya di event pameran merpati hias tersebut tidak direncanakan. Yaitu sebuah kebetulan, saat dirinya sedang pulang kampung di Surabaya. "Kebetulan saya pulang ke Surabaya, terus disuruh anak saya ke sini," ujar Risma.
Mantan Wali Kota Surabaya dua periode itu juga mengungkapkan, bahwa dirinya cukup hobi dengan burung merpati. Diakui, dulu di rumahnya banyak merpati.
"Dulu di rumah saya banyak burung, tapi sekarang di Jakarta tidak ada," jelasnya.
Sementara dalam event tersebut tampak puluhan merpati dari berbagai jenis saling adu cantik. Merpati-merpati itu merupakan jenis lokal dan import. Bahkan ada juga hasil persilangan dari keduanya.
Pembina Merpati Hias Surabaya, Okto Narwanto menjelaskan, para peserta yang memadati lokasi pameran tersebut berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur (Jatim). Mulai dari Surabaya, Lamongan, hingga Kediri. Ada pula peserta dari luar Jawa, yakni Makassar.
"Ada 56 jenis di (pameran merpati hias) tingkat nasional ini, ini dari Makasaar pesertanya kurang lebih sekitar 660," terang Okto.
Dijelaskan, dari 56 jenis yang dilombakan hanya diambil 3 terbaik dari sekian nominasi. Antara lainnya jenis merpati Gondok (merpati pouter), merpati king asal Amerika serikat, hingga merpati Mondain asal prancis. "Kita ada 3 terbaik nantinya dari seluruh nominasi," katanya.
Rencananya puluhan merpati tersebut akan adu cantik selama satu hari saja. Sedangkan dalam pameran sebelumnya, ia mengaku sempat menjual satu burung merpati yang laku hingga puluhan juta rupiah. "Pameran sebelumnya, kita bisa jual sampai 43 juta," tandasnya.
Perlu diketahui, dalam acara pameran burung ini tetap dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan yang cukup ketat. (nul)
Editor : Redaksi