Banjir Kali Lamong Gresik, Jalan Penghubung Terputus BPBD Sediakan Perahu Karet

Reporter : Wahyudi
Seorang warga tengah berjalan di jalan poros desa yang tergenang banjir hingga selutut orang dewasa. Faiz/klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Gresik –  Dalam dua pekan terakhir aliran Kali Lamong meluap dan membanjiri sejumlah wilayah di Gresik. Puncaknya,  hari ini, Sabtu (13/3/2021) air menggenangi 9 Desa. Jalan penghubung antar wilayah terputus akibat banjir.

[irp]

Baca juga: Kali Lamong Meluap, Rendam 9 Desa di Gresik Selatan, Ratusan Rumah Terdampak

Banjir mulai terjadi sejak Kamis (4/3/2021). Ketinggian air saat itu tak seberapa dan tak sampai masuk dalam rumah warga. Pada Minggu (7/3/2021), terpantau berangsur surut. Banjir kembali datang setelah curah hujan di wilayah Mojokerto turun dengan intensitas yang tinggi. Begitu juga dengan sejumlah wilayah di Gresik

Kali Lamong yang melewati wilayah Gresik akhirnya tak mampu lagi menampung  debit air. Meluap dan merendam 9 desa. Sebanyak 7 desa berada di Kecamatan Benjeng dan sisanya di Kecamatan Balongpanggang .

Desa di Kecamatan Benjeng seperti Desa Sedapurklagen ketinggian air 15 cm. Menggenangi jalan poros desa sepanjang 800 meter. Merendam 209 rumah penduduk dan sawah sekitar 40 hektar. Di Desa  Deliksumber ketinggian air 40 cm. Menggenangi jalan poros desa sepanjang 450 meter, jalan lingkungan 500 meter. Ada 412 rumah penduduk yang kemasukan air  dan merendam sawah  40 hektar.

Baca juga: Wabup Alif Tinjau Banjir di Desa Glindah, Tegaskan Perbaikan Tanggul Kali Lamong Dilakukan Segera

Desa  Lundo ketinggian air  50 cm. Ada 464 rumah penduduk yang terdampak  dan merendam sawah 175 hektar. Desa Kedungrukem ketinggian air 32 cm ,  Desa Munggugianti ketinggian air  80 cm yang menggenangi jalan poros desa 600 meter.

Desa Bulurejo ketinggian air  30 cm menggenangi jalan raya sepanjang  dan fasilitas kantor pemerintahan seperti Koramil dan Kantor kecamatan.  Sedangkan di Kecamatan Balongpanggang dua desa terpendam banjir, Desa Pucung dan n Desa Delik Sumber.

Kepala BPBD Gresik Tarso Sagito mengatakan banjir masih menggenangi area pertanian, jalan poros desa, jalan Lingkungan dan jalan raya. Meski demukian terpantau kondisi yang di perbatasan Kecamatan  Desa Sedapurklagen ada penurunan debet air  hingga 60 persen.

Baca juga: 4.283 Rumah di Gresik Tergenang Banjir Kali Lamong

Dikatakan Tarso, pihaknya bersama Muspika Kecamatan Benjeng dan Balongpanggang mendatangi lokasi banjir.   Tim BPBD Gresik masih melakukan pendataan dan update data di wilayah terdampak banji.  “Kami  sudah menyiapkan perahu karet, sebab jalan penghubung antar Kecamatan Benjeng dengan Kecamatan Balongpanggang sudah tergenang banjir,” katanya

Sementara Satkoryon Banser Kecamatan Benjeng, Zainul Abidin, mengatakan anggota Banser ikut membantu masyarakat yang melintas di Jalan Raya Benjeng ke Belongpanggang.  Sebab, arus banjir sangat deras, dengan ketinggian genangan air mencapai 50 sentimeter lebih. "Teman-teman ikut membantu warga yang melintas di jalan raya, sebab arus banjir sangat kuat," kata Zainul.(rtn)

Editor : Wahyudi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru