KLIKJATIM.Com | Bojonegoro - Turunnya harga gabah hasil panen petani di Bojonegoro dikeluhkan hampir seluruh petani yang saat ini mulai memasuki masa panen. Badan Urusan Logistik (Bulog) Kantor Cabang Bojonegoro, menyebtut anjloknya harga tersebut tidak ada permainan dari Bulog ataupun mitra kerja.
[irp]
"Tidak ada permainan harga dari oknum Bulog yang menjadi sebab anjloknya harga gabah," kata Wakil Pimpinan Kantor Cabang Bulog Bojonegoro, Hendra Kurniawan, Jum'at (12/3/2021).
Baca juga: Wujudkan Asta Cita, Bojonegoro Masuk Daftar 15 Kabupaten Berkinerja Terbaik Nasional
Bahkan, tegas Hendra Kurniawan, jika ada yang mengetahui, dan terbukti ada oknum Bulog yang bermain harga diminta untuk segera melaporkan langsung ke pihaknya. "Kalau terbukti ada, silahkan langsung laporkan ke kami," tegas Hendra Kurniawan kepada Klikjatim.com
Bulog Cabang Bojonegoro sudah mendapat informasi sejak diawal musim panen harga gabah anjlok. Pihaknya juga telah turun langsung mengecek turunnya harga gabah ditingkat petani. "Ternyata kondisi di lapangan memang benar harga gabah turun, dalam arti dibawah HPP (Harga Pembelian Pemerintah). Namun kami juga bandingkan dengan kualitas," ujarnya
Salah satu sebabnya, karena kualitas gabah menurun dan dalam sampel yang diambil Bulog, banyak ditemukan gabah yang dipanen bercampur gabah berwarna hijau. Artinya gabah tersebut sebetulnya belum saatnya panen tetapi sudah dipanen.
"Dari Bulog, kami mengatasi persoalan tersebut dengan melakukan penyerapan beras. Dengan harapan jika beras naik harga gabah terkatrol naik, tetapi tetap harus sesuai standart kualitas yang ditetapkan oleh Bulog," terangnya.
Baca juga: Ratusan ASN Bojonegoro Ajukan Cuti Haji 2026
Sedangkan, dilapangan, harga gabah hasil panen petani saat ini dikisaran Rp. 3.300 sampai Rp. 3.400 per kilogram (Kg). Sementara sesuai Permendag No 24 Tahun 2020. HPP : Harga Gabah Kering Panen (GKP) di Tingkat Petani Rp 4.200 per kg. Gabah kering Giling (GKG) ditingkat penggilingan Rp 5.250 per kg. Gudang Bulog Rp 5.300 per kg dan untuk beras di bulog Rp 8.300 per kg.
Hendra menambahkan, kepada mitra kerja Bulog, bahwa dalam penyerapan beras pihaknya mengutamakan kualitas. Mulai dari kadar air, butir patahnya, menirnya, derajat sosoh, sampai kepada kadar asamnya. "Tetap akan kami lakukan penyerapan beras, supaya harga gabah trend-nya merangkak naik cenderung stabil. Meskipun di Gudang kami stok beras masih banyak, sekira 5. 391 ton," tambahnya
Sementara itu, Bulog Cabang Bojonegoro juga mengajak media untuk meninjau penyimpanan beras yang terletak di Kecamatan Kalitidu Bojonegoro. Bahkan dirinya juga memperlihatkan contoh beras yang harus di serap agar memenuhi standard. "Untuk target dari Bulog sendiri di 2021, untuk setara beras kisaran 34. 500 Ton," pungkasnya. (ris)
Baca juga: Langgar Aturan, Pertamina Putus Hubungan Usaha 7 Pangkalan LPG 3 Kg di Jatimbalinus
Editor : M Nur Afifullah