KLIKJATIM.Com | Tuban—Akibat banjir di Kabupaten Tuban sejumlah lahan pertanian terendam banjir. Lahan dengan tanaman padi yang sudah panen itu terendam dan terancam gagal panen di antaranya di Kecamatan Plumpang, Palang dan Rengel.
[irp]
Baca juga: Kloter 67 dan 68 Tiba Besok, Keluarga Penjemput Jemaah Haji Sampang Dibatasi Dua Orang
Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tuban, Darmadin Noor mengatakan, di Tuban sendiri untuk wilayah yang berpotensi terdampak banjir, sudah ada Asuransi Usaha Tanaman Padi (AUTP) bagi petani yang mendaftarkan lahannya.
"Kalau ada petani yang terdampak atau sudah terdaftar di AUTP mereka akan mendapatkan pengantinya. Per hektarnya dapat 6 juta dengan pembayaran premi subsidi, yang petani hanya membayar 36 ribu," jelas Darmadin kepada wartawan di Tuban, Jumat, (5/03/2021).
Penanggung jawab AUTP di Tuban sendiri adalah PT Asuransi Jiwa Indonesia (Jasindo). Yang nantinya akan mengcover semua kerugian petani terdampak yang sudah terdaftar.
Baca juga: Pertamina EP Temukan Sumber Minyak Baru di Sorong, Produksi Capai 623 Barel per Hari
"Biasanya Jasindo ada CSRnya jadi petani tidak lagi membayar premi sebesar 36 ribu tadi," katanya.
Selain itu, petani juga harus melaporkan terkait dampak yang dialami di lahannya seperti ancaman hama, banjir dan lainya ke Dinas Pertanian Tuban. Yang nanti akan tindaklanjuti oleh petugas pendataan.
"Setiap laporan yang masuk harus kita verifikasi melalui petugas khusus yakni, Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Setelah itu Dinas akan menghitung dan mengakumulasikan berapa totalnya," ujarnya.
Baca juga: Serempetan Motor, Pemuda Tuban Kepruk Tetangga dengan Batu
Darmadin menambah, bahwa kalaupun nanti sampai terjadi dampak yang tidak bisa di tangani atau puso, akan di lakukan pemberian bantuan pengantian tanaman yakni, bantuan benih yang di sediakan provinsi dan pemerintah pusat.
"Nanti akan kita usulkan ke provinsi dan pusat untuk mendapatkan pengantian benih. Mekanismenya sendiri melalui inventarisir petaninya yang adalah istilahnya CPCL," imbuhnya. (ris)
Editor : M Nur Afifullah