KLIKJATIM.Com I Blitar - Pemilik toko itu bernama Bisri Efendi (71) Warga Desa Jatinom, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar ditemukan tewas di tokonya. Diduga korban menjadi korban perampokan dan pembunuhan, Sabtu (27/2/2021).
[irp]
Berdasarkan pengakuan karyawan korban, Muhammad Alivreza (24), dia adalah orang yang pertama kali melihat jenazah korban sekitar pukul 07.10 WIB, “Saat itu saya hendak beraktivitas bekerja seperti biasa di toko,” tuturnya.
Dikatakan, saat baru tiba di depan toko, ia melihat keadaan pintu harmonika dalam posisi sedikit terbuka. Kemudian ia berteriak memanggil nama Bisri namun tidak ada sautan sama sekali. Karena tidak ada jawaban sama sekali dari Bisri, ia lalu memutuskan untuk masuk ke dalam toko.
Saat berada di dalam toko, Aliv melihat kondisi Bisri sudah dalam posisi tergeletak dan lampu penerangan toko dalam keadaan padam atau mati. Karena curiga dan merasa ada yang kurang beres, dia keluar lagi dan memanggil satu saksi lain, Sutrisno (44) untuk diajaknya masuk memastikan keadaan Bisri.
Baca juga: Sokong Pemulihan Aceh-Sumut, Pelindo Fasilitasi Distribusi 95 Ribu Ton Bantuan Kemanusiaan
“Waktu kami lihat bersama, posisi bapak Bisri tergeletak dengan keadaan kepala tertutup sarung dan kakinya diikat lakban. Serta sudah banyak darah yang bersimbah di sekitarnya,” imbuhnya.
Keduanya kemudian melaporkan kepada ketua RW setempat dan diteruskan melaporkan kepada petugas Bhabinkamtibmas desa. Sekitar pukul 07.45 WIB petugas kepolisian Polsek Kanigoro bersama dengan tim INAFIS Polres Blitar sampai di lokasi kejadian. Petugas segera melakukan olah TKP dan memasang garis pembatas polisi guna mensterilkan lokasi.
Kapolres Blitar, AKBP Leonard M Sinambela, mengungkapkan, saat ini dirinya masih belum bisa berkomentar banyak terkait dengan kasus tersebut.
“Proses penyelidikan masih berjalan dan akan diintensifkan, artinya masih terlalu dini menyimpulkan motif kasus ini,” ucapnya singkat. (bro)
Editor : Redaksi