KLIKJATIM.Com | Surabaya – Banyak pejabat eselon II atau kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Jatim yang bisa bekerja cepat. Namun sayang, tak semua bisa bekerja dengan detail.
[irp]
Baca juga: Wagub Emil Optimis Nasabah Bank Jatim Meningkat dari 1 Juta Ditargetkan 2 Juta Pengguna
"Saya ingin kita bersama melakukan evaluasi, jika para kepala OPD dan para pejabat tinggi pratama yang mampu bekerja secara cepat dan bekerja secara detail serta presisi yang tinggi bisa dibayangkan produktifitas pembangunan kita akan melompat signifikan," kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa
Pada Latpimnas saat ini harus bisa membentuk para pemimpin perubahan yang dapat bekerja secara cepat, detail disertai presisi yang tinggi. "Yang tujuannya dapat mengatasi setiap persoalan yang dihadapinya dengan cepat dan detail pula," lanjutnya.
Baca juga: Gubernur Jatim Pastikan Pemenuhan Kebutuhan Cairan Infus Untuk Rumah Sakit Tercukupi
Meskipun perencanaan dilakukan oleh jajaran eselon IV dan III, namun, kata Khofifah, para eselon II juga harus menguasai. "Kerja teknis bisa dikerjakan oleh para eselon III dan IV, akan tetapi kerja detail dalam presisi yang tinggi menjadi tanggung jawab para kepala OPD atau eselon II," tegasnya.
Pimpinan eselon II, lanjutnya, dalam menjalankan program di masing-masing dinasnya jangan membebankan pekerjaan hanya bertumpu kepada digital system atau Informasi Teknologi (IT) semata. Adanya digital sistem harus mendukung inovasi dan kemampuan para pimpinan tinggi di setiap intansi yang ada.
Baca juga: ASN Dinas ESDM Jatim Ramai-ramai Kembalikan Uang Pungli Izin Tambang ke Kejati, Totalnya Segini
"Bapak Presiden merupakan figur pemimpin yang detail. Provinsi kita membutuhkan kecepatan inovasi yang harus dilakukan dengan detail agar menghasilkan nilai tambah yang lebih signifikan," tandasnya.(rtn)
Editor : Redaksi