KLIKJATIM.Com I Blitar - Vaksinasi tahap kedua tenaga kesehatan (nakes) RSUD Ngudi Waluyo, Kabupaten Blitar tetap jalan pascameninggalnya nakes, Erny Kusuma Sukma Dewi (33) usai sembilan hari divaksin. Nakes lain tidak khawatir atau menolak vaksinasi Covid-19 di RSUD Ngudi Waluyo usai kejadian tersebut.
[irp]
Baca juga: Lindungi Hak Sipil Warga, 41 Pasangan di Lamongan Ikuti Isbat Nikah Terpadu 2026
"Tidak mempengaruhi nakes lain," tutur Direktur RSUD Ngudi Waluyo, Endah Woro Utami. Minggu (21/2/2021).
Nakes Erny meninggal pada 14 Februari lalu. Sebelum meninggal, Erny sempat mengalami gejala sakit panas dan sesak napas setelah disuntik vaksin. Erny yang dinyatakan lolos screening, disuntik vaksin tahap pertama pada 28 Januari.
Pada 6 Februari atau sembilan hari setelah vaksinasi, tiba-tiba muncul panas disertai sesak nafas, dan setelah menjalani perawatan di rumah sakit, akhirnya meninggal dunia.
Hasil swab test sebelum meninggal dunia, yang bersangkutan dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. Belum diketahui pasti dari mana yang bersangkutan bisa terpapar.
Baca juga: Riding Malam Hari? Perhatikan Enam Poin Penting Ini Agar Tetap #Cari_Aman di Jalan
Woro mengaku sudah menyerahkan kasus yang terjadi ke Provinsi Jatim, dan hingga kini belum diketahui penyebab kematian. "Segala analisis dan kemungkinan kita kembalikan ke ahlinya, dalam hal ini provinsi," tandasnya.
Peristiwa kematian tersebut, menurut Woro tidak menyurutkan kesiapan nakes lain dalam menerima vaksinasi tahap kedua. "Mereka paham betul harus divaksin. Dan jumlah karyawan kita (RSUD Ngudi Waluyo) yang divaksin tertinggi lho," imbuh Woro.
Untuk memastikan peristiwa kematian nakes Erny tidak berpengaruh pada psikis nakes lain, Woro sempat memberi opsi kepada nakes lain. Terutama kepada nakes yang masih berstatus pegawai kontrak seperti nakes Erny.
Baca juga: Menaker: Perjanjian Kerja Bersama Jadi Pijakan Perkuat Hubungan Industrial dan Produktivitas
Intinya, Woro tidak melarang mereka yang ingin mengundurkan diri dari bidang pelayanan. "Dan tidak ada yang mundur," pungkasnya. (bro)
Editor : Redaksi