Arca di Ponpes Ngantru Disebut Perwujudan Dewa Siwa dan Parwati

klikjatim.com
Tim peneliti memeriksa sejumlah benda yang diduga cagar budaya setelah penemuan arca Siwa di Ponpes Ngantru, Desa Banjarsari, Kecamatan Ngantru, Tulungagung. (Iman/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Tulungagung - Tim BPCB Jawa Timur akhirnya datang ke lokasi penemuan dua arca di Pondok Pesantren (Ponpes) Ngantru, yang berada di Desa Banjarsari, Kecamatan Ngantru, Tulungagung, Jumat (19/2/2021) kemarin. Kedatangan tim ini untuk melakukan pendataan sekaligus pendalaman atas laporan temuan yang diterimanya beberapa waktu lalu.

[irp]

Baca juga: Tingkatkan Kesadaran Safety Riding dan Bangkitkan Semangat Pelajar, MPM Honda Jatim Gelar School Roadshow

Sesampainya di lokasi, tim peneliti langsung melakukan pemeriksaan terhadap benda-benda di lokasi. Antara lainnya memeriksa dua arca, umpak serta tempat sesaji yang ditemukan berada di kedalaman 1 meter di bawah tanah. Selain itu juga memeriksa struktur batu bata merah yang telah ditemukan di lokasi.

Kepala BPCB Jawa Timur, Zakaria Kasimin mengatakan, dua arca yang ditemukan pemilik pondok pesantren saat menggali tanah untuk kolam ikan merupakan perwujudan dari Siwa dan Parwati. “Ini suami istri, perwujudan Siwa dan Parwati, bisa saja di lokasi ini dulunya lokasi pemujaan, dari umpak yang ukurannya kecil, mungkin di sini bangunannya memiliki atap tapi kecil,” ujarnya yang turut datang ke Desa Banjarsari.

Siwa dan Parwati merupakan perwujudan dewa yang dipercaya oleh penganut Hindu. Dan dua arca ini biasa ditemukan di lokasi pemujaan penganut Hindu.

Baca juga: Bawa Semangat Sportivitas, Honda DBL 2026 East Java – South Resmi Bergulir Jadi Wadah Potensi Pelajar di Malang

Namun pihaknya tidak bisa memastikan, apakah lokasi temuan tersebut dulunya adalah candi atau tempat pemujaan lainnya? “Lokasi pemujaan belum tentu bentuknya candi, bisa saja karena di sini dekat aliran air ya, akhirnya dibangun lokasi pemujaan di sini, perlu pendalaman lagi,” jelasnya.

Zakaria menjelaskan, di lokasi temuan arca juga ditemukan struktur batu bata merah yang diduga ada kaitannya dengan dua arca tersebut. Tapi pihaknya lagi-lagi belum bisa memastikan struktur tersebut merupakan bangunan apa?

Baca juga: Honda DBL 2026 East Java – North Bergulir, MPM Honda Jatim Hadirkan Kompetisi dan Aktivitas Seru untuk Generasi Muda

Untuk memastikannya, maka perlu dilakukan proses ekskavasi. Adapun proses ini bisa dilakukan paling cepat pada pertengahan bulan Maret mendatang. “Kita kan sedang ada tugas juga, kalau ekskavasi paling cepat yang bulan Maret mendatang,” tuturnya.

Selama belum dilakukan ekskavasi, pihaknya meminta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan serta pemilik lahan untuk tidak melakukan aktifitas di lokasi tersebut. Tujuannya agar tidak merusak benda yang diduga cagar budaya tersebut. (Iman/nul)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru