KLIKJATIM.Com | Tulungagung—Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim menemukan struktur baru yang diduga bagian dari candi Mirigambar di Desa Mirigambar, Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung.
[irp]
Penemuan struktur baru itu saat BPCB melakukan pemugaran candi Mirigambar di untuk penempatan batu merah di sekitar candi. Namun tampaknya tim pemugar akan memilih lokasi lain, setelah ditemukan struktur diduga bagian dari candi Mirigambar di lokasi tersebut, struktur yang terdiri dari susunan batu bata merah tersebut nampak setelah pekerja menggali tanah di kedalaman lebih kurang 30 centimeter.
Hal ini disampaikan oleh Kepala BPCB Jawa Timur, Zakaria Kasimin yang datang ke lokasi untuk melihat persiapan pemugran Candi Mirigambar, pada Jumat (19/02) kemarin.
“Awalnya lokasi ini kita siapkan sebagai tempat penyimpanan selama proses pemugaran, kemudian kita coba periksa ada bagian apa di dalamnya, ternyata ditemukan struktur yang diduga bagian dari candi,” jelasnya.
Zakaria mengatakan, dengan adanya struktur yang diduga bagian dari candi ini, maka lahan yang awalnya dipilih sebagai bagian dari pemugaran akan dicari gantinya, di lokasi yang tidak jauh dari lokasi pemugaran.
Baca juga: Gempur Rokok Ilegal, Tim Gabungan Sisir Sejumlah Toko di Baureno Bojonegoro
“Ya nanti kita pilih lokasi lain, yang representatif dan bisa digunakan sebagai lokasi penyimpanan,” ucapnya.
Sementara itu, Teknoarkeologi Pemugaran Candi Mirigambar, Sumaryanto mengatakan, penggalian atau ekskavasi di lahan kosong yang ada di sebelah selatan candi akan dilakukan hingga diketahui batas atau bentuk struktur yang ada di dalamnya.
Setelah itu akan dilaporkan secara resmi dan menunggu instruksi selanjutnya dari pimpinan. “Akan kita lihat sejauh mana strukturnya, dan bentuknya, untuk selanjutnya kita menunggu dulu, apakah akan dilakukan ekskavasi atau bagaimana selanjutnya,” terang Sumaryanto.
Baca juga: Berpusat di Sampang Madura, Presiden Prabowo Resmikan Jalan Inpres 1.151 Kilometer Se-Indonesia
Pemugaran Candi Mirigambar sendiri diprediksi bakal selesai dalam tempo 10 bulan, dengan anggaran yang disiapkan sebesar Rp 900 juta rupiah.
Candi penganut agama Hindu yang aktif digunakan sebagai lokasi pemujaan pada abad ke XIII hingga akhir abad ke XIV ini dipugar karena kondisinya yang sudah hampir rusak, karena batuan dan daya dukung tanah yang sudah tidak kuat. (iman/mkr)
Editor : Redaksi