Aplikasi E-Mamin dan E-MBLB Milik Pemkab Bojonegoro Bisa Tingkatkan PAD dan Mudahkan Pelayanan Pajak

klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro - Sejak dilaunching oleh Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah pada Rabu (30/12/2020) lalu, Aplikasi E-Mamin dan E-MBLB telah resmi digunakan oleh seluruh OPD, Desa atau Kelurahan dan Lembaga Penerima Dana BOS di Kabupaten Bojonegoro dalam pembayaran pajak.

[irp]

Baca juga: Demo Ricuh di Dinas Pertanian Sampang, Mahasiswa Tuntut Mafia Pupuk Ditindak dan Usut Hilangnya Hand Traktor

Launching aplikasi yang dilaksanakan di Gedung Pemkab Lt.4, dihadiri oleh Sekretaris Daerah dan Kepala OPD Kabupaten Bojonegoro sekaligus melaunching Konfirmasi Status Wajib Pajak Daerah (KSWPD) guna memudahkan pelayanan pajak dan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).  

Kepala Bapenda Ibnu Suyuti mengatakan, pemanfaatan aplikasi E-Mamin telah memasuki pertengahan bulan kedua tahun ini, tercatat 30 persen dari total OPD telah melaporkan pajak Mamin hingga minggu kedua bulan februari tahun 2021.

Sedangkan untuk Desa/Kelurahan serta lembaga pendidikan penerima dana Bos angkanya belum signifikan yaitu 10 persen. "Ini disebabkan pembayaran mamin yang bersumber dari APBDes dan dana Bos biasanya dibayarkan pada akhir tahun anggaran," ujarnya, Jumat (19/2/2021).

Baca juga: Ekonomi Nasional Menguat, Arus Peti Kemas Pelindo Terminal Petikemas Tumbuh 6,87 Persen di 2025

Ibnu Suyuti menyebutkan bahwa, target pembayaran pajak oleh OPD hingga pertengahan bulan ini masih perlu ditingkatkan. E-Mamin dan E-MBLB adalah strategi Pemkab Bojonegoro untuk tetap produktif dan aman dimasa pandemi, selain itu menumbuhkan sikap transparan dan akuntable terkait pembayaran pajak daerah.

“Sebagaimana arahan Bupati Bojonegoro agar pembayaran pajak dijalankan secara tertib tanpa terkecuali. Maka efektifitas dan efisiensi waktu dapat diperoleh oleh semua pihak," kata Ibnu Suyuti.

Baca juga: Tudingan Pencemaran Nama Baik Berujung Laporan Polisi, Kades Sumberagung dan Warga Akhirnya Damai

Ibnu Suyuti menambahkan bahwa memaksimalkan perkembangan teknologi sebagai penatausahaan pajak daerah baik dari sisi pelaporan, penetapan sampai penagihan, merupakan alat bantu yang sesuai di era sekarang dan dimasa pandemi seperti ini.

Ini sekaligus untuk menggali sumber-sumber pendapatan daerah yang bersumber dari pajak daerah dalam mendukung semangat kemandirian keuangan daerah. “Aplikasi ini termasuk Pengembangan Fitur dari yang sebelumnya. Kami siap mendukung kelancaran penggunaan aplikasi ini, dan harapannya terbangun kerja sama yang baik," pungkasnya. (adv/mkr)

Editor : M Nur Afifullah

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru