KLIKJATIM.Com | Gresik — Khusnul Hadid, warga Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik terpaksa harus mendapat perawatan medis karena menderita luka bacok. Insiden ini terjadi setelah korban yang merupakan nelayan tersebut tiba-tiba dihadang kelompok diduga 'bajak Laut' saat mencari ikan di Perairan Arosbaya Madura Alur Pelayaran Barat Surabaya pada Minggu (14/2/2021) kemarin.
[irp]
Baca juga: Apresiasi Loyalitas, MPM Honda Jatim Siapkan 6 Unit Honda PCX160 Khusus untuk Konsumen Banyuwangi
Kasatpolairud Polres Gresik, AKP Ade Masyhur mengatakan, korban merupakan nahkoda perahu Bosquna. "Korban bersama dua crew perahu, masing masing bernama Habibi dan Sujad. Saat itu sedang mencari ikan di Perairan Arosbaya Alur Pelayaran Barat Surabaya,” ungkap Masyhur, Rabu (17/2/2021).
Nah, pada saat itulah korban tiba-tiba didatangi satu perahu warna biru. Ada 2 orang pelaku sambil membawa sajam jenis celurit naik ke atas perahu.
Baca juga: Sinkronisasi Pusat: Khofifah Pastikan WFH ASN Pemprov Jatim Berlanjut, Jadwal Geser ke Hari Jumat
Dan terjadilah perkelahian. Korban melawan dengan menggunakan jangkar kapal, namun pada akhirnya mengalami luka bacok di kaki kanan serta bagian jemarinya akibat sabetan sajam pelaku. Selain itu juga ada luka gigitan di bagian dada.
“Lalu, korban bersama saksi yang merupakan crew kapal ikan itu melaporkan kejadian tersebut ke Satpolairud Polres Gresik, serta membuat laporan lebih lanjut,” terangnya.
Baca juga: Perkuat Pendidikan Vokasi, MPM Honda Jatim Kini Miliki 17 TUK Astra Honda Berstandar Industri
AKP Ade Masyhur mengaku, pihaknya belum bisa memberikan keterangan terkait dugaan motif pembacokan oleh dua orang pelaku yang masih misterius tersebut. Sebab jajarannya masih melakukan penyelidikan. “Motif belum tahu,” imbuhnya.
Sementara itu, Pengawas Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Desa Campurejo, Ainur Rofiq mengatakan, pihaknya sudah melakukan pendampingan serta membesuk korban nelayan. “Korban sudah saya temui kemarin,” jawabnya singkat. (nul)
Editor : Redaksi