Layanan ODHA di Puskesmas Rejotangan dan Gondang Tulungagung Tunggu Aktivasi Menkes

klikjatim.com
Kasi P2P Dinas Kesehatan Tulungagung, Muhroji.Iman/klikjatim.com

KLIKJATIM.Com I Tulungagung –Puskesmas Rejotangan dan Gondang diajukan sebagai Puskesmas Perawatan Dukungan dan Pengobatan (PDP) bagi ODHA (Orang dengan HIV/AIDS). Sumber Daya Manusia (SDM) di Puskesmas telah mendapat pelatihan sejak tahun 2020.

[irp]

Baca juga: Kasus HIV di Sumenep Naik pada 2025, Dinkes Klaim Angka Kematian Menurun

“Kalau suratnya sudah turun,kita bisa langsung aktif karena SDM sudah siap dan sudah ikut pelatihan,” kata Kasi P2P Dinas Kesehatan Tulungagung, Muhroji, Selasa (16/2/2021).

Muhroji mengatakan hingga bulan Februari 2021 ini surat persetujuan aktifasi dari kementrian kesehatan belum turun. Nantinya dua Puskesmas ini menambah fasilitas pelayanan kesehatan di Tulungagung bagi ODHA  menjadi 11.

Saat ini masih ada 9 fasilitas kesehatan, yang terdiri dari 7 puskesmas dan 2 rumah sakit umum dan swasta yang ada di Tulungagung.  “Yang sudah aktif itu ada 9, kalau ditambah dua ini kan jadinya 11,” terangnya.

Baca juga: Jembatan Jeli dan Ngujang 1 Tulungagung Bakal Digarap Tahun 2022

Tak berhenti disini, pihaknya juga berencana mengusulkan 4 fasilitas kesehatan lagi. Terdiri dari 2 rumah sakit swasta dan rumah sakit negeri, serta dua puskesma yang saat ini masih dalam tahap pembahasan.

“Ada kemungkinan 4 tambahan lagi, ini masih kita persiapkan SDM nya, harapannya nanti 32 puskesmas bisa melayani semua,” ucap Muhroji.

Muhroji mengungkapkan, dengan adanya penambahan jumlah fasilitas Puskesmas PDP ini diharapkan bisa memudahkan ODHA untuk memeriksakan diri.  Mendapatkan obat rutin ARV yang harus dikonsumsi untuk menjaga daya tahan tubuhnya.

Baca juga: Satgas Covid - 19 Tulungagung Targetkan Penambahan 2% Warga Tervaksin Setiap Hari

Pihaknya mempersilahkan ODHA untuk memilih mengambil paket obat ARV di fasilitas mana saja yang menurut mereka nyaman. Walaupun di lingkungannya sudah terdapat puskesmas yang bisa melayani pengambilan obatnya. 

“Dipersilahkan ODHA mengambilnya dimana saja, sesuai dengan kenyamanannya dalam proses pengambilan obat,” pungkasnya. (iman/rtn)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru