Korban Penganiayaan di Masjid Tulungagung Pernah Pendapat Ancaman

klikjatim.com
Kasat Reskrim Polres Tulungagung, AKP Ardyan Yudo saat memberi keterangan pada pers.

KLIKJATIM.Com I Tulungagung – Polisi mesih mendalami motif pelaku penganiyaan terhadap Ubaidillah Suwito (50). Tokoh masyarakat di Tulungagung itu dianinya oleh K saat mengajar didalam masjid, Jumat (12/02) sore. Sudah kita tangani, ada 4 orang saksi yang telah kita mintai keterangan lebih lanjut mengenai kejadian tersebut,” ujar Kasat Reskrim Polres Tulungagung, AKP Ardyan Yudo, Senin ( 15/2/2021).

[irp]

Baca juga: Dibakar Api Cemburu, Pria Tulungagung Bakar Rumah Sang Pacar

Yudo menjelasakan setelah pihaknya telah menerima laporan dari korban. Melakukan pendalaman dengan meminta keterangan saksi, korban hingga pelaku.Hasil visum pada wajah korban menunjukkan korban mengalami luka pada bagian pipi.

Namun tidak mengharuskan korban menjalani perawatan dan kini korban sudah bisa beraktifitas seperti biasa. “Lukanya pada bagian pipi korban, itu yang kita temukan,” terangnya.

Yudo mengungkapkan, pihaknya masih mendalami motif pelaku memukul korban. Saat ini masih dalam proses pemeriksaan sebagai upaya pengumpulan barang bukti dan keterangan.

Sementara itu dikonfirmasi melalui sambungan telepon, korban yang akrab disapa Suwito ini mengaku tidak mengetahui motif pelaku memukul wajahnya. Kejadiannya saat memberikan materi kepada anak didiknya di dalam masjid.

Baca juga: 5 Orang Meninggal Dunia Selama Pelaksanaan Operasi Lilin Semeru Polres Tulungagung

“Itu saya ada di dalam masjid sedang memberikan materi kepada murid murid, kondisinya pintu masjid saat itu ditutup semua tapi pelaku ini nekat masuk,” ungkapnya.

Dirinya hanya mengetahui kedatangan pelaku yang tiba tiba masuk ke dalam masjid. Mengeluarkan kata kata kotor serta menantang dirinya.

Pihak panitia acara sudah berupaya meminta pelaku untuk keluar dulu dari masjid. Pelaku sempat mengikutinya. Namun kemudian pelaku kembali masuk ke dalam masjid dan memukul pipinya dengan tangan kosong.

Baca juga: Polres Tulungagung Selidiki Pengangkutan Solar Fiktif di JLS

“Ketika memukul saya itu tidak ada yang berani melerai karena sebagian besar di dalam ruangan itu kan anak anak, kemudian sama panitia itu acara dibubarkan dan saya lapor ke Polisi,” ucapnya.

Tidak hanya kali ini saja, pihaknya mengaku 3 bulan yang lalu sempat menerima ancaman melalui pesan whatsapp yang dikirimkan pelaku kepadanya, bahkan dirinya sudah berencana melaporkan hal tersebut namun belum terlaksana.

Editor : Much Taufiqurachman Wahyudi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru