Warung Klenteng, Media Komunikasi Antar Suku, Ras dan Agama di Gresik

klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Gresik — Karang Taruna Desa Pulopancikan Kecamatan/Kabupaten Gresik meresmikan warung kopi Klenteng di Jalan Setia Budi Pulopancian Kecamatan/Kabupaten Gresik tepatnya depan Klenteng Kim Hin Kiong Gresik. 

[irp]

Baca juga: Apresiasi Perjuangan Atlet, KONI Sampang Guyur Reward bagi Peraih Medali Porprov Jatim 2025

Ketua Karang Taruna Pulopancian Supono atau yang lebih akrab disapa Poned menjelaskan, dengan dibukanya warung kopi di area tua Kabupaten Gresik ini bisa menjadikan lapangan kerja di lingkungan Desa Pulopancian dan secara umum di Kabupaten Gresik. 

“Ini sebuah ladang potensial untuk menghidupkan usaha mikro kecil menengah milenial,” ungkapnya, saat meresmikan warung kopi Klenteng Kartar Pulau Kencana Desa Pulopancikan, Sabtu (13/2/2021).

Disamping itu, peresmian warung Klenteng yang dihadiri kepala Desa Pulopancian Ahmad Affandi, Sekcam Gresik Kota Miswandi beserta sebagian warga Pulopancikan dan pegiat medsos di Kabupaten Gresik. 

Kepala Desa Pulopancian Ahmad Afandi mengapresiasi kinerja pemuda yang bergerak di dunia ekonomi sebagai kekuatan dalam masa pandemi Covid-19. 

“Semoga kartar bisa maju sesuai keinginan masyarakat. Kami sebagai pemberdayaan masyarakat desa, mendukung dan siap back up untuk menuju Desa mandiri,” katanya.

Dengan disertai alunan performa musik akustik dari grup musik kopi sampah Desa Pulopancian acara berlanjut dengan Talk Show yang dipantik oleh moderator Raditya Firman Syah jurnalis Radar Gresik serta para pemantik Sekcam, Kepala Desa, dan Pegiat Medsos Presiden grup Gresik Sumpek Cak War. 

Baca juga: Peringati Hari K3 Internasional, Pelindo Multi Terminal Berbagi Strategi Keselamatan Kerja di Forum Global USU-USM

“Desa Pulopancian menyatukan beberapa ras, mulai Arab, Jawa, Madura, sampai Tinghoa. Tiada keributan,” ungkap Secam Miswandi.

Disinggung dengan tata kelola kota tua di Kabupaten Gresik yang termasuk Desa Pulopancian akan dibangun ala kota kearifan Gresik bergaya Malioboro Yogyakarta.

“Pemerintah dan masyarakat tentunya harus bersinergi untuk memulai pembangunan di kota lama Gresik ini, mulai dari sektor wisata religi sampai wisata kota lama,” tambah Siswadi.

Baca juga: Terima Kunjungan Kaskogartap III/Surabaya, Bupati Yes Komitmen Perkuat Sinergi Keamanan dan Potensi Agro-Maritim

Dikatakan, pembangunan kota Gresik sudah dimulai, dan tentunya butuh dukungan dari bawah yakni masyarakat.

“Desa harus bisa penyangga wisata religi, sebagai jalan menuju desa mandiri,” ujarnya saat menyampaikan Talk Show bertajuk 'Mancik Nak Desoku'. (bro)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru