Imlek di Tengah Pandemi Covid-19, Atraksi Barongsai di Klenteng Gresik Libur

klikjatim.com
TITD Kim Hin Kiong Gresik

KLIKJATIM.Com | Gresik — Pandemi Covid-19 membuat perayaan tahun baru imlek 2571 Kongzil atau 2021 Masehi di Kabupaten Gresik  bakal diadakan dengan cara sederhana namun tetap khidmat.

[irp]

Baca juga: Jawa Timur Siap Jadi Lumbung Talenta Digital Nasional, Gubernur Khofifah Bekali 2.600 Tenaga Pendidik

Di Klenteng Kim Hin Kiong yang berada di Jalan Setiabudi, Kecamatan /Kabupaten Gresik Kota terlihat lengang. Pagar klenteng yang betuliskan prasasti berdiri 1 Agustus 1153 itu terbuka. 

Di kelenteng itu, hanya ada tiga orang pengurus yang terlihat di dalam salah satu klenteng tertua di Jawa Timur dan tidak terlihat persiapan mengumpulkan banyak orang menjelang perayaan Imlek di tahun ini. 

Lampu lampion juga masih terlihat padam. Di bagian pintu bagian timur terpasang sebuah thermo gun untuk mengukur suhu tubuh jemaah yang akan melakukan ritual sembayang.

Humas Tempat Ibadah Tri Dharma (TTID) Kim Hin Kiong Gresik, Tcokin mengatakan hingga saat ini virus corona masih terjadi di tanah air, termasuk di Gresik membuat perayaan imlek tahun ini tidak ada kegiatan mengumpulkan banyak umat, seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Cuci patung sudah sabtu kemarin, dengan peserta. Perayaan imlek, murni ritual, tidak menerima tamu luar kota. Diprioritaskan ritual sembahyang diutamakan pengurus, jemaat setelah bergantian secara berjadwal. Untuk menghindari kerumunan,” katanya, Kamis (11/2/2021).

Tcokin menyatakan, pihaknya patuh pada anjuran pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 serta menekankan jemaat untuk menerapkan protokol kesehatan serta kampanye 5M (Memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan minimalis mobilitas).

Terkait acara yang mengumpulkan banyak massa, dijelaskan Tcokin pihaknya meniadakan berbagai acara seperti Cap Go Meh dan Atraksi Barongsai.

Baca juga: Antisipasi Siaga Merah, Pemkab Lamongan Aktifkan 15 Pompa Air di Pintu Kuro

“Jemaat dibatasi dengan tetap mendukung upaya pemerintah menekan penyebaran Covid-19. Cap gomeh dan atrasksi barongsai juga ditiadakan,” ujarnya.

Sementara itu, Kantor Kementrian Agama atau Kemenag Gresik  mengimbau kepada ummat konghuchu yang merayakan Imlek melakukan dengan sesuai protokol kesehatan (Prokes) ketat.

Hal itu diungkapkan Kepala Kantor Kemenag Gresik, Markus usai meninjau persiapan peribadatan di Kelenteng TTID Kim Hin Kiong Jl Setiabudi, Kecamatan /Kabupaten Gresik.

Menurutnya, pandemi Covid-19 yang hingga saat ini terjadi membuat kegiatan keagamaan harus dilaksanakan dengan pembatasan atau dengan cara sederhana.

“Kami ingin memastikan peribadatan umat Konghuchu di Gresik bisa berjalan dg baik dan hidmat, serta betul-betul menerapkan protokol kesehatan sesuai instruksi Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas,” katanya, kamis (11/2/2021).

Baca juga: Tanah Bergerak Hantam Pasean Pamekasan, 47 Jiwa Dievakuasi dan Belasan Bangunan Rusak Berat

Dijelaskan, pihaknya meminta agar patuh penerapan Prokes 5M yakni memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, membatasi mobilitas interaksi sosial dan mengindari kerumunan.

Setelah peninjauan oleh  pejabat Kemenag asal Pulau Madura ini menambhakan, pengurus kelenteng sudah siap menerima jemaah dengan pola pembatasan pada perayaan Imlek 2021 ini.

“Kami sampaikan terimakasih pada pengurus Klenteng kota Gresik yang sudah proaktif untuk mengimbau pada para jamaah untuk mematuhi himbauan pemerintah dalam rangka memutus penyebaran Covid-19,” pungkasnya. (bro)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru