KLIKJATIM.Com | Surabaya - Usai meluncurkan GoGreener Carbon Offset yang diikuti dengan penanaman 1.500 pohon mangrove (bakau) di Jakarta, Demak dan Bontang pada Desember 2020, Gojek mengumumkan pengembangan terkini pada fitur serap jejak karbon tersebut.
[irp]
Baca juga: Gila, Suami di Surabaya Tega Jual Istri Seharga Rp 500 Ribu
Group Head of Sustainability Gojek, Tanah Sullivan mengatakan, pengembangan fitur yang dilakukan adalah untuk semakin memudahkan pelanggan dalam menciptakan dampak positif bagi lingkungan sekitar.
Pengembangan yang dimaksud diantaranya penambahan empat jenis jejak karbon untuk diserap, selain juga penambahan wilayah penanaman di dua lokasi baru, yakni Semarang dan Surabaya. Selain itu juga komitmen Gojek dalam menggandakan jumlah pohon yang ditanam di lima lokasi di Indonesia.
Pengembangan fitur ini melengkapi layanan yang telah ada sebelumnya, yaitu kalkulator karbon ilmiah yang merujuk pada Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) dan rekomendasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, konversi hasil perhitungan jejak karbon ke jumlah pohon yang dibutuhkan, hingga monitoring dashboard untuk melihat status kesehatan pohon, yang dapat diakses kapanpun dan di manapun.
"Pengembangan fitur ini tidak lepas dari tingginya antusiasme para pelanggan terhadap fitur GoGreener Carbon Offset di aplikasi Gojek. Hal ini dibuktikan dengan tercapainya target penanaman pohon dalam kurang dari tiga bulan sejak diluncurkan, bahkan target pohon untuk wilayah DKI Jakarta telah tercapai hanya dalam satu bulan," jelas Tanah Sullivan dalam keterangan tertulis, Jumat (5/2/2021).
Baca juga: TTL Berbagi Kebahagiaan Ramadhan bersama 141 Anak Yatim
Selanjutnya, tambah dia, pilihan jejak karbon lainnya seperti jejak karbon dari penggunaan televisi, AC, kulkas dan laptop, seiring dengan kondisi pandemi Covid-19 di mana kebiasaan bekerja dan belajar dari rumah lebih relevan.
"Kami percaya bahwa untuk membangun perilaku baru atau mengadopsi gaya hidup baru, perlu diciptakan sebuah proses yang transparan dan mudah dipahami," ujarnya.
Tanah menjelaskan, pelanggan dapat dengan mudah dan nyaman menggunakan fitur GoGreener Carbon Offset karena seluruh proses dari menghitung jejak karbon, memilih lokasi penanaman, hingga melakukan pembayaran dengan GoPay dapat dilakukan melalui aplikasi Gojek, tanpa harus berpindah-pindah platform.
Dr Beria Leimona, peneliti senior dari The World Agroforestry Center (ICRAF) menambahkan, GoGreener Carbon Offset adalah bukti bahwa jika dijalankan dengan baik, sains yang diakselerasi dengan teknologi menjadi lebih kuat dalam mendorong perubahan.
"Fitur ini memiliki elemen produk lingkungan yang lengkap: penghitungan berbasis sains yang mengacu pada IPCC dan rekomendasi KLHK, komunikasi sains yang mudah dipahami, dan transparansi penuh, yang merupakan kunci untuk menarik adaptor baru," tulasnya.
Founder dan CEO Jejak.in, Arfan Arlanda menyatakan, kesamaan misi yang kuat dengan Gojek dalam menjaga keberlangsungan lingkungan hidup merupakan salah satu alasan keberlanjutan kolaborasi yang dilakukan. "Kami yakin Gojek sebagai platform yang digunakan setiap hari dan memiliki jangkauan luas dapat membantu mempercepat perubahan perilaku dalam skala besar," tukasnya. (ris)
Editor : Redaksi