KLIKJATIM.Com | Jakarta - Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid berharap kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) memiliki akar yang kuat agar tidak mudah terombang-ambing, tidak takut pada siapapun, dan siap menghadapi keadaan apapun. Itu disampaikan Gus Jazil saat berbicara dalam dalam Pelatihan Kader Lanjut (PKL) PMII Jakarta Selatan di Wisma SLB, Jakarta Selatan.
[irp]
“Sebagai calon pemimpin, kader PMII harus memiliki spiritual atau ketauhidan yang kuat. Kader PMII tidak boleh takut dengan apapun, kecuali takut kepada Allah SWT. Harus selalu mempertahankan kalimat 'Laailahaillallah,” ucap pria kelahiran Pulau Bawean itu, Sabtu (6/2/2021).
Kalimat thayyibah 'Lailahaillallah" ibaratkan sebagai pohon yang memiliki akar kuat, cabang-cabang yang menjulang tinggi ke langit sehingga bisa menghasilkan bunga dan buah. Saat ini, kata Jazil di beberapa negara banyak orang yang lebih memilih menjadi atheis atau tidak beragama karena merasa Tuhan tidak penting. Di perguruan tinggi, nalar positivisme juga sering kali ditonjolkan bahwa hal yang benar adalah hal yang nyata adanya dan tampak.
Semua cara memperoleh kebenaran itu menggunakan nalar positivisme. Pendekatannya lebih pada materialistik. Cantik, ganteng, kaya. Padahal itu semua tergantung napas. Kalau cantik, ganteng, kaya tapi tak bisa bernapas ya tidak ada gunanya. Saya memulai dari situ supaya kita tahu apa tujuan kita ber-PMII.
“Sebagai kader pergerakan, kader PMII harus memiliki cabang yang kuat dan jelas. Akar itu ada bermacam-macam. Ada akar tunggang, ada akar serabut. Jangan sampai gak jelas akarnya. Kita harus punya pohon yang akarnya kuat. Saya berharap kader-kader PMII memiliki akar yang kuat. Jangan sampai nggak ada akarnya. Jangan sampai nggak jelas akarnya karena kalau jadi pohon tinggi nggak ada akarnya maka akan mudah jatuh. Dan nggak mungkin pohon bisa berbuah kalau nggak ada akarnya,” paparnya.
Baca juga: Buktikan Kencangnya CBR Series, Pebalap Astra Honda Raih Kemenangan di ARRC Mandalika 2026
Oleh karenanya, dalam berorganisasi Gus Jazil mengajak para kader Pmii membangun akar menjadi suatu keharusan. Membangun akar ini penting. Dan akarnya harus terhubung dengan kalimat toyyibah supaya tidak salah.
“Kalau akar Anda terhubung pada cita-cita, misalnya ikut PMII untuk mendapatkan istri yang cantik, ya nanti setelah dapat istri cantik selesai. Kalau akar Anda cantolkan pada urusan dunia, ya nanti akan selesai dengan berakhirnya dunia. Tapi kalau akar Anda cantolkan dengan kalimat 'laailahaillallah, sampai kapanpun, Anda hidup sampai mati tak akan hilang,” tandasnya.
Selain akar yang kuat, Gus Jazil berpesan kepada kader PMII juga harus memiliki batang yang kuat pula. Batang yang dimaksud adalah kemampuan manajerial. “Makanya ber-PMII, berorganisasi, beramal itu untuk membuat kita memiliki batang yang kuat dengan ilmu pengetahuan dan lain-lain. Kalau akarnya iman maka batangnya ilmu pengetahuan,” tambahnya.
Baca juga: Kemnaker: Integrasi Data Lintas Instansi Tingkatkan Kualitas Layanan Ketenagakerjaan
“Dalam menjalani aktivitas apapun, hendaknya dilakukan dengan penuh kegembiraan. Dalam Alquran, Surat Yunus ayat 58: "Qul bifadlillahi wa biraḥmatihi fa bizalika falyafrahu, huwa khairum mimma yajma'un. Artinya, katakanlah, dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan,” tuturnya.
“Kader PMII harus berorganisasi dengan riang gembira. Kalau kita sedih, kita akan kehilangan harapan. Kalau itu terjadi pasti karena akarnya gak kuat,” pungkas anggota DPR RI Dapil Gresik - Lamongan. (rtn)
Editor : Redaksi