Hama Tikus Serang Sawah Hingga Gagal Panen Sebabkan Petani Lamongan Gantung Diri

Reporter : Abdul Aziz Qomar

KLIKJATIM.Com | Lamongan—Hama tikus benar-benar menjadi petaka bagi WR (65) petani asal Kecamatan Sukorame, Lamongan. Dia bunuh bunuh diri akibat sawahnya gagal panen karena diserang hama tikus.

[irp]

Baca juga: Bawa Semangat Sportivitas, Honda DBL 2026 East Java – South Resmi Bergulir Jadi Wadah Potensi Pelajar di Malang

Aksi nekat WR itu dilakukan pada Minggu (31/1/2021) lalu. Dia menggantungkan diri di kandang sapi miliknya. “Korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia,” kata Kasubag Humas Polres Lamongan Iptu Estu Kwindardi.

Kejadian gantung diri korban ini, menurut Estu, diketahui pertama kali oleh tetangga korban yang bernama Sriyono (35). Ketika itu, lanjut Estu, Sriyono bertandang ke kandang sapi korban bermaksud untuk mengembalikan alat semprot padi yang ia pinjam dari korban.

"Ketika itu saksi tidak bisa masuk ke dalam karena pintu masih dalam keadaan tertutup dan di kunci dari dalam," ujar Estu.

Baca juga: Aktivitas Meningkat, Bandara Notohadinegoro Jember dan Basarnas Teken PKS Tanggap Darurat Penerbangan

Karena curiga terjadi sesuatu dengan korban, terang Estu, saksi Sriyono kemudian mendobrak pintu dan melihat korban yang memakai kaos oblong dan bercelana pendek itu sudah dalam keadaan tergantung di blandar kandang dengan seutas tali tampar. Mendapati hal ini, karuan saja saksi langsung berteriak meminta tolong dan bantuan pada warga sekitar.

"Selanjutnya saksi bersama dengan seorang saksi lainnya dan dibantu warga menurunkan korban," jelasnya.

Baca juga: Menerapkan Prinsip CSV, Program TJSL PLN Dorong Kemandirian Ekonomi dan Pelestarian Lingkungan di Berbagai Daerah

Estu mengungkapkan dugaan sementara kasus gantung diri ini menurut keterangan keluarga bahwa korban mengalami depresi dikarenakan tanaman padi miliknya habis di makan hama tikus. Di tubuh korban juga tidak ditemukan luka tanda-tanda penganiayaan dan terdapat bekas jeratan tali pada leher atas.

"Di TKP juga ditemukan tali tampar dengan panjang kurang lebih 200 cm dan tangga bambu," ungkap Estu seraya menambahkan korban sudah dimakamkan di pemakaman desa setempat. (hen)

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru