Kewalahan, RSUD Ibnu Sina Rujuk Pembacok Menantu dan Istri di Gresik ke RS Bhayangkara

klikjatim.com
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gresik, Sentot Supriyohadi. (ist)

KLIKJATIM.Com | Gresik—Petugas medis di RSUD Ibnu Sina kewalahan menangani Suwoto (66) pelaku pembacokan istri dan menantunya. Rencananya pria asal Dusun Kwangen, Desa Madumulyorejo, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, bakal dirujuk ke RS Bhayangkara, Surabaya.

Kabar itu disampaikan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Gresik Sentot Supriyohadi. Menurut Sentot, RSUD Ibnu Sina angkat tangan menangani Suwoto. Sebab, kabarnya Suwoto terus melawan petugas saat akan dilakukan perawatan medis.

Baca juga: Wujudkan Ekosistem Pendidikan Berkeadilan, Gubernur Khofifah Resmikan Revitalisasi 26 Sekolah di Kediri

[irp]

“Pihak Rs Ibnu Sina saja tadi takut menyuntik pelaku (Suwoto), makanya kami merekom ke Rs Bayangkara Surabaya dengan berkoordinasi dengan polres,” kata Sentot saat ditemui di kantornya, Senin (7/9/2019).

Dijelaskan Sentot, biaya pengobatan Suwoto akan ditanggung pemerintah. Dinsos akan merekomendasikan kepada Dinas Kesehatan agar biaya pengobatannya ditanggung. Selain itu, biaya pengobatan Kamsinga (60), istri Suwoto yang menjadi korban keganasan suaminya sendiri.

Baca juga: Sinergi Bagi Negeri: MPM Honda Jatim Salurkan 18.440 Bibit Bunga Lewat Program One Sales One Seed

“Sejauh ini Dinsos yang menanggung pembiayaan pengobatan korban,” jelas Sentot.

[irp]

Baca juga: Kendalikan Inflasi Awal Tahun, Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Deket Lamongan

Suwoto, membacok menantunya sendiri, Erna (40) di bagian leher hingga tewas. Pria yang diduga mengidap gangguan jiwa sejak kecil itu juga membacok istrinya sendiri, Kamsinga. Beruntung Kamsinga selamat meski punggungnya terluka parah, dan hanya mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Peristiwa itu terjadi Minggu (6/10/2019) di Dusun Kwangen, Desa Madumulyorejo, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik. Warga yang melihat kejadian itu pun ketakutan. Beruntung aparat Polsek Dukun berhasil mengamankan pelaku setelah dilumpuhkan kakinya dengan ditembak. Sebab, pelaku melawan dengan celurit saat hendak ditangkap. (iz/mkr)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru