Selama 6 Bulan Buntu, Drainase di Jalan Arif Rahman Hakim Baru Ditangani

klikjatim.com
Para pekerja tampak sedang melakukan perbaikan saluran air di Jalan Raya Arif Rahman Hakim, Gresik. (Faiz/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik — Kondisi drainase di Jalan Raya Arif Rahman Hakim, Kecamatan/Kabupaten Gresik sudah buntu hampir selama 6 bulan. Sehingga ketika turun hujan deras mengakibatkan air masuk ke pekarangan rumah warga. Bahkan sampai ke ruang belakang Universitas Gresik. 

[irp]

Baca juga: Tingkatkan Kesadaran Safety Riding dan Bangkitkan Semangat Pelajar, MPM Honda Jatim Gelar School Roadshow

“Buntunya sudah lama, hampir 6 bulanan tapi belum ada perbaikan saluran,” ujar salah satu warga Embet, Selasa (26/1/2021).

Dulu, lanjutnya, sempat ada perbaikan dari petugas Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik. Tapi hanya dibongkar tutup drainasenya saja dan tidak dipasang lagi. Sehingga kondisinya pun berlubang.

Baca juga: Bawa Semangat Sportivitas, Honda DBL 2026 East Java – South Resmi Bergulir Jadi Wadah Potensi Pelajar di Malang

“Seharusnya diperbaiki dengan serius biar tidak menggenangi rumah warga kalau terjadi hujan deras,” menurutnya.

Karena dinilai lambat melakukan perbaikan, sehingga warga sekitar terpaksa menaikkan tanahnya masing-masing dengan menambah paving. “Kalau begini terus kasihan warga, lapor juga tidak tau kemana. Masak harus ada demo untuk segera ada perbaikan,” keluhnya.

Baca juga: Honda DBL 2026 East Java – North Bergulir, MPM Honda Jatim Hadirkan Kompetisi dan Aktivitas Seru untuk Generasi Muda

Semenatara itu Kepala DPUTR Kabupaten Gresik, Gunawan Setijadi mengatakan, upaya penanggulangan sementara telah dilakukan hari Selasa (26/1/2021) ini oleh Unit Reaksi Cepat (URC) Bina Marga. “Kalau nanti masih banjir dan saluran drainase yang meyempit itu masih tersumbat dan terjadi banjir, maka akan dilakukan pembangunan drainase yang mengalir ke sungai. Sementara dari URC sudah melakukan perbaikan,” paparnya. (nul)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru