Baca juga: Pemkab Bojonegoro Imbau ASN Konsumsi Produk Lokal Melalui GASPOL
"Sayap jembatan Kalibedah retak karena hujan yang terjadi selama dua hari terakhir ini," ujar Kabid Pengembangan dan Keselamatan Transportasi, Dinas Perhubungan Kabupaten Bojonegoro, Sukirno
Ia mengatakan, akibat dari hujan yang turun selama dua hari ini yang mengakibatkan kondisi sungai banjir dan arus air cukup deras, sehingga sayap jembatan yang berasa di Desa Geneng, Kecamatan Margomulyo jadi retak.
Guna menindaklanjuti kerusakan jembatan yang menghubungkan Bojonegoro dan Ngawi, Tim URC Dinas Perhubungan telah melakukan pengecekan secara langsung di lokasi. Pengecekan ini juga dilakukan koordinasi bersama tokoh masyarakat setempat untuk mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan, khususnya terkait pengamanan jalan.
Menurut Sukirno, kerusakan jembatan Kalibedah ini tepatnya di KM 20 + 040 Cepu + KM 22 Ngawi, yang mana sayap sebelah Utara samping Kanan mengalami longsor, dan bahu jalan yang longsor panjang 10 meter, dengan luas 5 meter, serta tinggi 5 hingga 10 meter.
“Kami telah berkoordinasi dengan tokoh masyarakat setempat terkait pengamanan jalan, serta bersama petugas teknik BPJN PPK 46 Kementerian PU, Jalan wilayah Bojonegoro,” terangnya
Ia menambahkan, di sekitar lokasi juga telah dilakukan tindakkan, di antaranya memasang pengaman berupa drum sebagai peringatan, karung atau sak berisi pasir, police line serta traffic core.
"Untuk arus lalu lintas sekarang mengalami kemacetan, dengan adanya ini semoga segera dilakukan perbaikan, sebab dikhawatirkan akan menimbulkan kerusakan yang lebih parah," pungkas Sukirno. (rtn)
Baca juga: Bupati Hadiri Rapat Paripurna Dengarkan Pidato Kenegaraan, DPRD Serukan Semangat Persatuan
Editor : M Nur Afifullah