Harga Jual Tembakau Bojonegoro Anjlok

klikjatim.com
Nurhadi, petani di Bojonegoro saat menjemur tembakau. (M Nur Afifullah/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro—Harga jual tembakau jenis virginia di Kabupaten Bojonegoro turun drastis. Jika tak ada kenaikan harga selama musim kemarau ini, petani khawatir akan merugi.

Nurhadi, petani tembakau di Desa Drajad, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro mengatakan, penurunan harga jual tembakau rajang kering itu terjadi sejak seminggu terakhir. Sebelumnya, 1 kilogram tembakau rajang kering dihargai Rp 33 ribu.

Baca juga: BPH Migas Dorong Perluasan Jargas Bojonegoro, Baru 55 Persen Alokasi Gas Terserap

“Sekarang turun tinggal Rp 21 ribu,” katanya, di Bojonegoro, Sabtu (5/10/2015).

[irp]

Nurhadi menjelaskan, daun tembakau saat ini di pohon dibagi menjadi tiga. Daun bagian bawah, bagian tengah dan atas. Saat ini daun yang dipetik petani di bagian tengah. Artinya, kualitas daun tembakau di bagian tengah pohon merupakan yang paling baik kualitasnya. Sayangnya, harga jualnya justru malah anjlok.

Baca juga: Air Bersih Mulai Sulit Didapat, Warga Bondol Dibantu 8.000 Liter dari Polisi

“Kalau daun di bagian bawah sebelumnya harganya Rp 26 ribu 1 kilogram, sekarang tinggal Rp 15 ribu,” jelasnya.

Nurhadi tidak tahu pasti sebab anjloknya harga tembakau. Padahal, kata dia, sekarang juga masih kemarau panjang. Dia sangat khawatir akan merugi jika harga jual tembakau tidak stabil.

[irp]

Baca juga: Honda DBL 2026 East Java – North Bergulir, MPM Honda Jatim Hadirkan Kompetisi dan Aktivitas Seru untuk Generasi Muda

Nurhadi menambahkan, saat ini para petani hanya bisa pasrah sambil berharap harga akan stabil. Dia juga berharap pemerintah turun tangan ikut menstabilkan harga jual tembakau.

“Kalau kami petani, ya, hanya bisa pasrah. Kalau rugi terus belum tentu tahun depan tanam tembakau lagi,” pungkasnya. (fif/mkr)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru