KLIKJATIM.Com | Jember – Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR mengatakan, pemerintah melakukan penanganan bagi pengungsi dan masyarakat yang terdampak banjir di posko yang didirikan di Balai Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo secara maksimal.
Posko penanganan bencana didirikan pertama pada Kamis, 14 Januari 2021 lalu dan terus berjalan. Petugas di lapangan mencatat, sebanyak kurang lebih 350 orang tertangani baik di rumah maupun mereka yang datang ke posko kesehatan.
Baca juga: Peringati Hari Lingkungan Hidup, Pelindo Petikemas Ambon Tanam 2.500 Pohon Produktif di Tawiri
Bahkan, sampai hari ke empat pasca terjadinya banjir tim kesehatan dari Puskesmas Curahnongko dan tim gabungan dari 6 puskemas masih terus memberikan pelayanan kepada masyarakat korban banjir, baik pelayanan di posko maupun panggilan ke lapangan secara bergiliran.
"Kemarin ada 88 orang ibu hamil beberapa risiko tinggi, ada juga yang mau melahirkan. Tapi, mereka masih bisa dievakuasi dengan baik. Juga, ada 66 orang lanjut usia dan 54 balita, semuanya telah terevakuasi dengan baik," kata Faida, Minggu (17/1/2021).
Menurut Bupati Faida, selain posko, dapur umum juga sudah dibangun dan terus melayani warga terdampak. Sejak awal, 6.000 bungkus nasi dan turun menjadi 4.000 bungkus.
Baca juga: Akhir Pekan Ini, MPM Honda Jatim Gelar Gathering "Banyuwangi BerStylo Bersama" Bertabur Hadiah Mewah
"Sementara, hari ini turun menjadi 3.000 bungkus nasi. Karena, sudah banyak masyarakat yang kembali dan memasak sendiri di rumah masing-masing," imbuhnya.
Pemerintah daerah menggelontorkan bantuan, namun bantuan juga berdatangan dari masyarakat. Kendati demikian, itu terdata dan tersalurkan dengan baik oleh gabungan antara posko gabungan, BPBD, Basarnas, Tagana hingga relawan.
Baca juga: Dari Pulau Terluar ke Jakarta, Dua Siswa Sapeken Sumenep Tembus Program Kepemimpinan Nasional
"Kemudian, pelaporan kegiatan di pengungsian itu sebanyak seratus orang dan itu hanya semalam saja. Dan, hari berikutnya mereka kembali dijemput oleh keluarganya. Sehingga, posko sudah dalam keadaan kosong. Jadi, kalau ada informasi bahwa ribuan pengungsi terlunta-lunta itu tidak benar, dan saya pastikan sejumlah 100 pengungsi tertangani dengan baik," ungkap Bupati Jember, Faida.
Bahkan pada hari ke empat, para pengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing dan posko dalam keadaan kosong tidak ada pengungsi lagi. (bro)
Editor : Abdus Syukur