Jadi Teladan Penyuntikkan Vaksin Covid-19 Pertama di Gresik, Ketua DPRD Abdul Qodir Imbau Masyarakat Tidak Perlu Takut

klikjatim.com
Ketua DPRD Gresik, M Abdul Qodir saat menjalani vaksinasi di RSUD Ibnu Sina Gresik. (Faiz/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik — Program vaksinasi Covid-19 telah dimulai di Gresik per hari ini, Jumat (15/1/2021). Jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik pun menjadi teladan penyuntikkan vaksin sinovac pertama di kota industri ini.

[irp]

Baca juga: Bawa Semangat Sportivitas, Honda DBL 2026 East Java – South Resmi Bergulir Jadi Wadah Potensi Pelajar di Malang

Termasuk salah satunya Ketua DPRD Gresik, Much Abdul Qodir yang kebetulan mendapat giliran pertama untuk disuntik vaksin bertempat di Lantai 2 Poli VIP RSUD Ibnu Sina Gresik. Dalam pelaksanaan vaksinasi yang mulai sekitar pukul 08.30 WIB ini, dilakukan dengan sangat hati-hati sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

"Alhamdulillah semuanya dapat berjalan dengan lancar dan aman," ujar Ketua DPRD Gresik, M Abdul Qodir.

Lebih lanjut terkait kondisinya setelah disuntik vaksin, dia mengaku sampai sekitar pukul 14.00 WIB tidak merasakan gejala serius. Kondisinya tetap aman dan baik-baik saja.

"Aman, seperti biasanya imunitas ya masih keras, nyeri, dan badan terasa panas. Insyaallah aman,” ungkapnya optimis.

Baca juga: Honda DBL 2026 East Java – North Bergulir, MPM Honda Jatim Hadirkan Kompetisi dan Aktivitas Seru untuk Generasi Muda

Dia pun menjelaskan, ada beberapa tahapan yang harus dilalui sebelum mulai disuntikkan vaksin. Pertama adalah registrasi atau pendaftaran. Lalu, proses screening atau pemeriksaan kesehatan untuk mengetahui kondisi yang bersangkutan memenuhi kriteria penyuntikkan vaksin atau tidak.

Jika secara medis dinyatakan memenuhi syarat, maka akan dilakukan penyuntikkan vaksin. Kemudian tahap terakhir adalah pencatatan sebagai bukti telah dilakukan vaksinasi pada orang tersebut.

“Pertama ke bagian pendaftaran dengan menunjukkan surat hasil screening. Bagi yang tidak ada penyakit yang bisa menghalangi pemberian vaksin, baru dilakukan pemeriksaan tensi darah. Kalau di atas tekanan darah 140 mmHg tidak diperbolehkan, saya sendiri tadi 130 mmHg. Tahap ketiga proses penyuntikkan vaksin, dan keempat menunggu 30 menit observasi. Setelah itu kalau tidak ada keluhan akan mendapatkan kartu sebagai bukti telah dilakukan vaksinasi,” papar pria asal Kecamatan Wringinanom itu.

Baca juga: PLN UP2B Jawa Timur Gandeng Media Perkuat Pemahaman Publik tentang Pengelolaan Sistem Kelistrikan

Abdul Qodir pun mengimbau kepada masyarakat untuk tidak takut dengan vaksinasi. Karena terkait keamanannya secara medis juga teruji, bahkan sudah dinyatakan halal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak takut divaksin. Jika sudah saatnya segera dilakukan, untuk tahap pertama ini memang dari Forkopimda, Nakes dan TNI-Polri. Selanjutnya anggota dewan serta masyarakat umum yang memenuhi kriteria,” pungkasnya.

Perlu diketahui, dalam agenda vaksinasi yang pertama di Kabupaten Gresik ini juga disaksikan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak. Orang nomor dua di lingkungan Pemprov Jatim ini sengaja datang untuk meninjau dan memastikan, bahwa pelaksanaan vaksinasi di di kota/kabupaten termasuk di Gresik telah berjalan dengan aman dan lancar. (*/nul)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru