Usai Nataru Harga Sembako di Jawa Timur Relatif Stabil Kecuali Lombok dan Kedelai

klikjatim.com
Harga lombok di Jawa Timur masih bertahan naik usai libur Nataru

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Usai libur Natal dan Tahun Baru 2021, harga bahan pokok (bapok) di berbagai pasar rakyat di Jawa Timur khususnya di Surabaya cukup stabil kecuali kedelai dan cabe.

[irp]

Baca juga: Gila, Suami di Surabaya Tega Jual Istri Seharga Rp 500 Ribu

Data siskaperbapo Dinperindag Jatim, harga rata-rata beras kelas medium IR 64 rata-rata paling murah Rp 9.600/kg, beras premium bengawan Rp 11.500/kg, mentik wangi Rp 11.000/kg, gula pasir 12.500/kg, minyak goreng tanpa merek Rp 13.000/kg, daging sapi kualitas baik Rp 115.000/kg daging ayam ras Rp 33.000/kg dan telur ayam broiler Rp 23.000/kg. Sementara harga kedelai impor rata-rata di Jatim Rp 10.000/kg dan kedelai lokal 10.100/kg.

Kepala Pasar Wonrokromo Surabaya, Ketut Suko Prayitno, saat dihubungi JNR kominfo Jatim, Selasa (12/01)/2021 mengatakan harga kebutuhan bapok seperti beras, daging, minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, sayuran, pasca tahun baru masih  cukup stabil. Hanya cabe rawit dan kedelai yang mengalami kenaikan cukup siknifika.

“Penyebabnya harga cabe naik karena cuaca. Cabe cepat busuk jika kena air hujan dan sentara-sentra cabe rawit sebagaian terkena bencana banjir dan longsor,” ungkapnya

Baca juga: TTL Berbagi Kebahagiaan Ramadhan bersama 141 Anak Yatim

Soal kenaikan kedelai, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Timur, Drajat Irawan, minggu lalu mengatakan bahwa produksi kedelai Jawa Timur selama tahun 2020 sebesar 57.235 ton, sedangkan kebutuhan konsumsi kedelai sebesar 447.912 ton, sehingga terdapat defisit 390.677 ton yang harus dipenuhi melalui impor.

Menurut pantauan harga di siskaperbapo, harga kedelai di Jawa Timur baik kedelai lokal dan impor memang mengalami kenaikan sejak 2 bulan terakhir, hingga tanggal 5 Januari 2021 lalu harga kedelai rata-rata Rp. 9.577/kg untuk kedelai impor dan Rp. 9.652/kg untuk kedelai.

Baca juga: Hadiri Sharing Session di RSUD Dr. Soetomo, Pj. Gubernur Adhy Pesankan Pelayanan Berkualitas dan Sinergitas

Sementara menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, pada periode Januari-Oktober 2020, impor kedelai sebanyak 698.191,92 ton mengalami penurunan sebesar 10,31 persen dibanding periode yang sama di tahun 2019. Sementara itu, jumlah panen kedelai pada 3 bulan terakhir juga mengalami penurunan yaitu di Bulan Oktober sebesar 10.909 ton, Bulan November 10.681 ton, dan di Bulan Desember sebesar 6.059 ton.

Untuk mengatasi kelangkaan dan kenaikan harga kedelai, Pemprov. Jatim melalui Dinas Perindag Prov. Jatim, Satgas Pangan Polda Jatim, KPPU, dan OPD di lingkungan Pemprov. Jatim. Telah melakukan koordinasi dengan importir dan berhasil memperoleh dukungan CSR berupa kedelai dengan harga yang kompetitif dari PT. FKS Multi Agro, Tbk untuk membantu IKM tahu dan tempe. (hen)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru