KLIKJATIM.Com I Gresik - Banjir yang melanda sejumlah kawasan di Gresik bagian Selatan memukul sektor pertanian. Tak kurang 368 hektare (Ha) lahan pertanian di tiga Kecamatan yaitu Balongpanggang, Benjeng dan Cerme yang terancam gagal panen.
[irp]
Baca juga: Rayakan Milad Ke-75 HMI, KAHMI Jatim Jalan Sehat dan Cangkruk Bareng di GKB
"Potensi kerugiannya mencapai 1.911.709.500," ungkap Muh Nursyamsi kasi Perlindungan Tanaman Dinas Pertanian Kabupaten Gresik kepada klikjatim.com (08/01/2020).
Baca juga: Iseng Lihat You Tube, Pria di Cerme Gambar Lukisan Dari Pelepah Pisang
Sayangnya para petani yang menjadi korban banjir ipastikan tidak akan mendapatkan ganti rugi. Ini karena meraka tak terdaftar asuransi usaha tani (AUTP) "Pada musim tanam ini mereka tidak terdaftar AUTP" tutur Nursyamsi menjelaskan.
Para petani itu masih diusulkan menerima bantuan benih untuk meringankan beban produksi. Kabar ini tentu membuat kecewa para petani. Salah satunya Sudarman, di Kecamatan Benjeng.
Baca juga: Kekuatan APBD Gresik Tahun 2022 Diperkirakan Mencapai 3,3 Triliun
"Karena banjir ini juga masalah infrastruktur yang juga menjadi tanggung jawab pemerintah, maka tidak pas kalau pemerintah lepas tangan hanya karena kita ndak tercover asuransi," tandasnya. (rtn)
Editor : Abdul Aziz Qomar