KLIKJATIM.Com | Gresik - Kendati dihimpit pandemi Covid-19, namun Kabupaten Gresik masih menjadi daerah tujuan investasi andalan di Jawa Timur. Setidaknya selama 2020 investasi yang masuk mencapai Rp 67 triliun.
[irp]
Baca juga: Siapa Bilang Job Fair Hanya Formalitas, Afisiana Buktikan Dirinya Diterima Kerja
Dinas Penanaman Modal dan Perizina Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Gresik mencatat sepanjanb 2020, investasi masuk mencapai Rp 67,21 triliun.
Kepala DPM-PTSP Kabupate Gresik Mulyanto menyebutkan, pada 2020 ada pergeseran sektor investasi di Gresik. Terutama di Triwulan III/2020. Saat itu, kondisi pandemi Covid-19 mengkhawatirkan.
Investasi penanaman modal dalam negeri (PMDM) tetap tumbuh, didominasi industri makanan. “Ada 58 unit investasi PMDM dengan nilai investasi mencapai Rp 535,13 miliar,”ujar Mulyanto.
Sedangkan, investasi penanaman modal asing (PMA) industri mineral non logam mendominasi investasi selama Triwulam III itu. “Ada 8 unit investasi PMA di kuartal III/2020 dengan nilai investasi USD 4.743.500,”jelas Mulyanto.
Baca juga: Kurikulum Vokasi Diminta Adaptif, Industri Gresik Butuh SDM Kompeten
[caption id="attachment_46537" align="aligncenter" width="914"]
Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto dan Wakil Bupati Moch Qosim.[/caption]
Selain, investasi PMDN dan PMA skala besar dan menengah. Ada investasi lainnya ikut menyumbang kenaikkan investasi di Kota Santri ini. Investasi lainnya adalah usaha kecil.
Pada 2020 investasi usaha kecil mencapai Rp 124,34 miliar. “Serapan tenaga kerja sebanyak 8.365 orang,”terang Mulyanto.
Baca juga: Pemkab Gresik Salurkan Bantuan Modal Rp215 Juta dan Siapkan Lahan Relokasi bagi PKL Semambung
Bagaimana investasi di Triwulqn IV/2020 yakni Oktober, November dan Desember 2020. Mulyanto mengatakan DPM-PTSP memiliki target. Akan tetapi, realisasi belum bisa diketahui. Sebab, rilis dari badan koordinasi penanaman modal (BKPM) biasanya baru bisa ketahui pada Februari 2021.
Meskipun begitu, DPM-PTSP optimistis realisasi investasi 2020 melebihi target. Target investasi 2020 sebesar Rp 43,45 triliun. Realisasi mencapai Rp 67,21 triliun.(*)
Editor : Abdul Aziz Qomar