KLIKJATIM.Com | Gresik--Daun mimba memiliki kandungan yang berpotensi jadi obat covid-19. Temuan itu berdasarkan penelitian dua pelajar SMA Muhammadiyah 10 Gresik.
[irp]
Dari hasil riset tersebut, dua pelajar bernama Yoraisa Ghany Setyawan dan Salsabila Meutia mendapatkan medali silver dalam event sains Internasional.
Ajang yang digelar secara daring ini diselenggarakan oleh Indonesia Scientific Society (ISS) dalam ajang World Innovatife Science Project Olympiade (WISPO) dengan diikuti 58 finalis dari 13 negara termasuk Indonesia.
Menurut Yoraisa, dari berbagai jurnal yang dipelajari ternyata daun mimba merupakan salah satu tanaman yang telah terbukti mempunyai aktivitas anti virus. Selanjutnya, ia bersama Salsabilah melakukan penelitian dengan difasilitasi pihak sekolah.
“Awalnya daun mimba dicuci bersih, lalu dikeringkan. Selanjutnya diblender kemudian dicampur dengan ethanol nanti ada ekstrak dari daun tersebut. Selanjutnya bisa dijadikan kapsul,” ungkapnya, Rabu (23/12/2020).
Melalui bimbingan guru, pelajar kelas IX ini melakukan penelitian lebih lanjut dan hasilnya bahwa daun mimba bisa menjadi obat potensial SARS CoV-2 merupakan virus yang bertanggungjawab munculnya Pandemi Covid-19 yang sedang terjadi saat ini.
Baca juga: Putaran Pembuka Moto3 Junior, Pebalap Binaan Astra Honda Siap Taklukkan Sirkuit Barcelona
“Protein penting yang terlibat dalam siklus hidup SARS CoV 2 dalam manusia antara lain chymotrypsin-like protease (3CLpro), papain-like protease (PLpro), helicase, RNA-dependent RNA polymerase (RdRp), serta Angiotensin converting enzyme 2 (ACE 2) dari manusia yang berperan sebagai pintu masuk virus,” terangnya.
Ditambahkan, pada penelitian ini metabolit sekunder daun mimba yang digunakan adalah gedunin. Analisis in silico dilakukan untuk mengetahui mekanisme kerja dari senyawa ini dapat menghambat pertumbuhan virus dalam tubuh manusia.
Kemudian, Analisis in silico ini menggunakan softwere Autodock vina, Autodock Tools 1.5.6 untuk melakukan docking. Selain itu juga digunakan softwere LigPlus, VMD, PyMoL, serta Marvin sketch untuk melakukan persiapan dan analisis molekulnya.
“Dari riset ini kita menemukan ada enzim yang bisa menghambat Virus Corona itu dalam tubuh manusia. Tentu ini masih penelitian awal yang butuh riset lanjutan,” tambahnya.
Baca juga: Dukung Pemberdayaan Inklusi, BTPN Syariah Buka Lowongan Kerja Strategis untuk Profesional
Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah 10 GKB, Hari Widianto mengungkapkan jika riset yang dilakukan anak didiknya ini baru tahap awal sehingga masih dibutuhkan penelitian lanjutan di laboratorium lebih lengkap seperti di Universitas Airlangga.
Hari menjelaskan, ia sangat bangga atas prestasi tingkat Internasional. Melalui pengembangan siswa bidang riset ini, sekolahnya meraih medali silver.
"Kami akan tindaklanjuti dengan uji coba laboratorium yang memiliki riset bagus bidang biologi. Sekolah kami memang terus berinovasi sehingga bisa dikenal sekolah berbasis riset," pungkasnya. (mkr)
Editor : Redaksi