KLIKJATIM.Com | Malang - Beberapa hari ini muncul berita viral seputar kenekatan seorang pemuda asal Malang yang nekat menyeberangi laut dari Kalimantan menuju Jawa dengan hanya menggunakan 2 galon air mineral kosong. Nyawa Dedik Purnomo (27), pemuda asal Desa Kemantren, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, nyaris melayang seandainya dia tidak ditolong Satpolair Polda Kaltim di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur ini.
[irp]
Baca juga: Pilkades Serentak 2021, Pengguna Hak Pilih Wajib Prokes
Saat ini Dedik sudah berhasil pulang ke Malang dengan dibantu warga dengan menggunakan transportasi pesawat udara. Kehadiranya di kampung menarik perhatian warga sekitar dan tetangganya. Bahkan Camat Jabung Hadi Sucipto yang menjemputnya dari Bandara Juanda ke Malang .
”Saya memang pengin pulang ke Malang. Mau bagaimana lagi, saya tidak ada uang untuk biaya pulang,” terang Hadi menirukan ucapan Dedik.
Dedik mengaku, dia sudah merencanakan niatnya pulang ke Malang dari Balikpapan dengan cara naik rakit galon air itu saat di rumah kakaknya. Karena dua galon air mineral tersebut dibawa Dedik dari rumah kakaknya. ”Dua galon itu dirakit Dedik di dekat pantai,” tambah Hadi.
Lantas apa saja yang disiapkan di tas Dedik? Ternyata pria 27 tahun ini tak membawa bekal makanan dan minuman sama sekali. Yang ada di dalam tas punggungnya hanya pakaian yang sebelumnya telah dibungkus dengan plastik agar tidak basah. ”Setelah satu jam lebih di laut, baru Dedik merasa kehausan dan menyadari butuh minum,” beber Hadi.
Baca juga: Terbaru, Magic Lightening Premium Diamond 1 Glowing Bisa Atasi Masalah Jerawat Wajah
Beruntung aksi nekat Dedik tersebut diketahui warga saat mendapati dirinya mengapung di sekitar Teluk Balikpapan Rabu (16/12) lalu. Dia lantas diselamatkan warga sekitar di Pelabuhan Chevron Balikpapan Kota.
Orang tua Dedi Purnomo, Kholil (63) mengaku terkejut saat pertama kali mendengar putranya nekat menyeberangi laut menggunakan galon air mineral. Saat itu perasaanya was-was dan juga muncul kesan lucu, karena tidak pernah berpikir ada manusia yang se-nekat itu.
“Saya mengetahui dari keluarga dari Facebook. Ya antara khawatir dan tertawa, harusnya mikir. Kok mau nyebrang pulau pakai galon. Itu berapa jauhnya. Ya saya ketawa awalnya memang tapi ya khawatir,” ungkapnya.
Baca juga: Pendaki Gunung Lawu HP nya Dijambret, Pelakunya Monyet
Pria yang bekerja sebagai kuli bangunan ini menjelaskan, Dedi melakukan aksi nekad tersebut kemungkinan karena gangguan berpikir di otaknya yang disebabkan karena kecelakaan. Ia bersyukur akhirnya Dedi dapat bantuan dari Polsek Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Kaltim.
“Dulu Dedi pernah kecelakaan pas nonton Arema final 2006. Di rumah sakit 2 setengah bulan dirawat. Mungkin itu yang membuat nekat karena otaknya itu ada gangguan. Dan saya bersyukur akhirnya ada tiket pulang lah,” jelasnya.
Akan tetapi, lanjut Kholil, keluarga Dedi sudah tidak sabar menunggu kepulangannya, dan dirinya berencana akan memberikan anaknya pekerjaan setelah pulang nanti. “Jadi saya masih nunggu kepulangannya ini. Katanya dibelikan tiket alhamdulilah. Nanti kalau ke sini saya siapkan kerjaan buat Dedi di rumah,” kata dia. (hen)
Editor : Redaksi