KLIKJATIM.Com | Surabaya - Perairan di Jawa Timur pada Senin (21/12/2020) dan Selasa (22/12/2020) besok diperkirakan terjadi gelombang tinggi. BMKG Maritim Klas II Tanjung Perak Surabaya menyebut gelombang tinggi ini terjadi akibat adanya bibit siklon tropis dari Australia.
[irp]
Baca juga: Gempa Magnitudo 7,6 Landa Bitung dan Halmahera Diikuti Tsunami Kecil
"Kami sudah mengeluarkan peringatan dini ada gelombang tinggi antara 1,25 hingga 2,5 meter melanda perairan Jawa Timur. Di antaranya Perairan Kepulauan Sapudi, Laut Jawa selatan Bawean, Perairan Kepulauan Kangean, Laut Jawa di sebelah timur Masalembo, Perairan Tuban-Lamongan, Perairan Utara Madura," kata Prakirawan BMKG Maritim Fajar Setiawan.
Dikatakan , saat ini bibit siklon tropis 94S di Australia bagian utara memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi tinggi gelombang di Perairan Pulau Sumba, Perairan Kupang hingga Pulau Rotte, Samudra Hindia selatan NTT, Laut Arafuru bagian barat. Kondisi ini membuat pola angin di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari Barat Daya hingga Barat Laut dengan kecepatan 5 sampai 25 knot.
Baca juga: BMKG dan BPBD Jawa Timur Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca
Fajar menyebut kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Jawa bagian timur, Laut Flores hingga Samudra Hindia selatan NTT. "Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut," imbuhnya.
Dijelaskan, adanya beberapa hal di atas berdampak pada terjadinya gelombang tinggi di sejumlah perairan Jatim. Tinggi gelombang diperkirakan antara 1,25 hingga 2,5 meter atau tergolong sedang diprakirakan terjadi di Perairan Kalimantan Tengah bagian timur. "Sementara tinggi gelombang 2,5 hingga 4 meter dapat terjadi di Laut Jawa sebelah utara Bawean, Laut Jawa bagian barat Masalembo, Perairan selatan Jatim dan Samudra Hindia selatan Jatim," imbuhnya.
Baca juga: Gempa Magnitudo 4,6 SR Goyang Tangerang dan Sekitarnya
BKMG mengimbau masyarakat, terutama warga dan nelayan di pesisir untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaannya. Selain ada gelombang tinggi, Fajar mengatakan keberadaan awan cumulonimbus (Cb) yang luas dan gelap bisa menambah kecepatan angin dan tinggi gelombang. (hen)
Editor : Redaksi