Forkopimda Sidoarjo Pantau Simulasi Pilkada di TPS, Antrean Dibatasi Maksimal Per 10 Orang Pemilih

klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Sidoarjo - Persiapan menjelang pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo tahun 2020 terus dimatangkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) daerah setempat. Termasuk salah satunya menggelar simulasi proses pemungutan dan penghitungan perolehan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (Prokes) di Halaman Mapolresta Sidoarjo, Sabtu (5/12/2020).

[irp]

Baca juga: Sinergi Bagi Negeri: MPM Honda Jatim Salurkan 18.440 Bibit Bunga Lewat Program One Sales One Seed

Tampak hadir dalam simulasi ini antara lain Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono; Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Sumardji dan Ketua KPU Sidoarjo, M Iskak.

Dalam simulasi ini diawali dengan pengucapan sumpah oleh seluruh petugas terkait bebas kepentingan dan golongan. Tidak memihak dan bersikap netral.

Untuk jumlah petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang berada di TPS maksimal 7 orang. Di antaranya terdiri dari KPPS 1 adalah ketua KPPS, kemudian KPPS 2 dan 3 bertugas mengurus surat suara, KPPS 4 bertugas mencocokkan C 6 (C pemberitahuan) ke DPT, KPPS 5 bertugas mendata daftar hadir atau C daftar hadir, serta KPPS 6 menjaga kotak suara dan memakai baju hazmat jika ada kejadian khusus seperti ada pemilih dengan suhu badan tinggi. Dan yang terkahir KPPS 7 bertugas menetesi tinta pemilih setelah dari bilik.

Lalu ditambah petugas lainnya antara lain Pengawas TPS (PTPS) 1 orang, saksi ada 3 orang sesuai dengan jumlah paslon pilkada Sidoarjo, dan petugas perlindungan masyarakat (Linmas) 2 orang. Adapun peran linmas bertugas untuk menyemprot desinfektan dan melakukan pengecekan suhu tubuh menggunakan thermogun, sekaligus mengarahkan pemilih agar cuci tangan.

Tak cukup itu saja. Nantinya di TPS juga akan disediakan sarung tangan plastik dan hand sanitizer. Bahkan tempat duduknya pun diatur berjarak 1 meter dan masuknya pemilih sesuai nomor urut

Baca juga: Kendalikan Inflasi Awal Tahun, Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Deket Lamongan

"Simulasi ini merupakan miniatur pelaksanaan pemungutan suara nanti. Sejumlah langkah dalam simulasi dilakukan, mulai dari cek suhu badan, menyiapkan cuci tangan, sarung tangan plastik dan jumlah tempat duduk jarak minimal 1 meter," ujar Ketua KPU Sidoarjo, M Iskak.

Lebih jauh dijelaskan, sebelum TPS dibuka akan dilakukan penyemprotan desinfektan terlebih dulu oleh petugas protokol Covid-19. Setelah itu pemilih yang terdaftar di DPT nomor 1-10 baru menuju ke TPS.

Namun sebelum mulai pemungutan suara, petugas mengumumkan melalui pengeras suara untuk mengingatkan kepada pemilih agar tetap mematuhi protokol kesehatan 3 M. Yaitu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

Di lain pihak, Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono menilai pelaksanaan simulasi ini merupakan langkah yang tepat. Karena diakui banyak perubahan kebiasaan di TPS dibandingkan proses pemungutan suara pada Pilkada sebelumnya. 

Baca juga: MPM Honda Jatim Gelar Night Ride Bareng Komunitas Malang-Blitar, Uji Performa Vario 125 di Malam Hari

"Proses pemungutan suara saat ini mengedepankan protokol kesehatan dengan ketat, banyak perubahan selama di TPS. Seperti pembatasan pemilih 10 orang saja, antrean juga harus sesuai dengan nomor urut. Di setiap TPS juga disiagakan petugas yang khusus menangani protokol kesehatan", kata Hudiyono.

Dia berharap pelaksanaan pilkada pada 9 desember nanti dapat berjalan aman dan lancar. Tidak ada kluster baru selama pilkada dan warga Sidoarjo sehat semua. Sehat ekonominya, sehat jasmaninya dan warganya selamat semua.

Selanjutnya perlu diketahui bahwa total TPS di Sidoarjo ada sebanyak 3.528 titik. Kebutuhan jumlah TPS ini disesuaikan dengan data daftar pemilih tetap (DPT) untuk pilkada Sidoarjo yang mencapai 1.404.887 pemilih. Rinciannya terdiri dari 692.500 pemilih laki-laki dan 712.387 pemilih perempuan. (nul)

Editor : Catur Rini

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru