KLIKJATIM.Com | Gresik – Mewabahnya pandemi Covid-19 yang belum sepenuhnya hilang khususnya di Gresik, masih terus diantisipasi oleh Satuan Pugas (Satgas) setempat dengan tetap optimal. Yaitu secara bersama sama dengan petugas gabungan TNI-Polri untuk memantau penerapan protokol kesehatan (prokes) di tempat keramaian seperti kuliner, hiburan dan pariwisata.
[irp]
"Itu kita pantau terus, jangan sampai ada yang lalai dalam menerapkan protokol kesehatan," tutur Juru Bicara (Jubir) Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Gresik, drg Saifudin Ghozali kepada klikjatim.com, Senin (30/11/2020).
Bahkan tidak hanya itu. Lebih lanjut dikatakannya, satgas juga terus mengimbau para pelaku bisnis kuliner, pariwisata dan hiburan harus menyediakan fasilitas pendukung pelaksanaan 3M (mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak). "Itu kewajiban mereka kalau masih ingin beroperasi. Jadi silahkan diatur agar pengunjung dan pelanggan bisa menjaga jarak, memakai masker, dan menyediakan tempat cuci tangan sekalian sabunnya," ungkapnya.
Jika kedapatan ada pelaku usaha yang tidak menyediakan fasilitas pendukung pelaksanaan prokes, maka satgas tak segan-segan bertindak tegas. Termasuk sanksi penutupan tempat usaha bagi yang terbukti melanggar.
"Jadi jangan main-main ya, Pak Bupati selaku ketua satgas, Kapolres dan Dandim memantau terus," tegasnya.
Baca juga: Perkuat Bank Jatim, Gubernur Khofifah Gandeng Maybank Islamic Malaysia Bangun Ekosistem Halal Global
Selanjutnya perlu diketahui, update data Covid-19 di Gresik pada hari Senin (30/11/2020) menyebutkan penambahan 9 (sembilan) kasus positif. Mereka berasal dari Kecamatan Cerme, Kecamatan Duduksampeyan, Kecamatan Manyar, Kecamatan Gresik, dan Kecamatan Kebomas.
Sedangkan pasien yang dinyatakan sembuh ada tambahan 10 pasien yang berasal dari enam kecamatan. Di antaranya Kecamatan Menganti, Kecamatan Kebomas, Kecamatan Ujungpangkah, Kecamatan Cerme, Kecamatan Manyar dan Kecamatan Panceng. (nul)
Editor : Abdul Aziz Qomar