Tabrakan Dengan Bus Mira Bapak dan Anak Meninggal Sementara Ibunya Kritis

klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Madiun - Sekeluarga terdiri suami istri dan anak mengalami kecelakaan dengan Bus Mira di ruas jalan nasional Surabaya-Madiun KM 141 di Desa Sidorejo Kecamatan Saradan, Madiun, Senin(16/11/2020).

[irp]

Baca juga: 7 Karyawan Terkonfirmasi Covid, BNI Madiun Lockdown

Akibat kecelakaan ini bapak dan anak Parmin (43) dan Rafi (5) meninggal di lokasi kejadian. Sementara Nur Setyoningrum (32), dalam kondisi kritis. Ketiganya merupakan keluarga, warga Desa Tulung, Kecamatan, Saradan-Kabupaten Madiun.

Kanit Laka Satuan Lalu-lintas (Satlantas) Polres Madiun, Ipda Johan Ariadi menjelaskan, kecelakaan tersebut melibatkan sepeda motor Honda Nopol AE 4995 BR yang dikendarai korban dengan Bus Mira Nopol S 7209 US, di jalur jalan nasional Surabaya-Madiun KM 141-142, tepatnya di Desa Sidorejo, Kecamatan Saradan – Kabupaten Madiun. Saat ituBus Mira yang dikemudikan Moh. Mukson (47), warga Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, melaju dari arah timur (Nganjuk) menuju ke barat (Madiun).

Sampai di lokasi kejadian, mendekati tanjakan Pugruk, bus mendahului dua truk tronton yang tidak diketahui identitasnya yang berjalan searah di depannya. Disaat bersamaan dari arah berlawanan (barat ke timur) berjalan sepeda motor yang dikendarai korban.

Baca juga: Pilkades Serentak 2021, Pengguna Hak Pilih Wajib Prokes

“Karena jarak yang terlalu dekat, kecelakaan ini tidak dapat dihindari. Parmin dan Rafi meninggal di lokasi kejadian, sementara Nur dalam kondisi kritis, dan sudah di larikan ke Rumah Sakit. Dugaan sementara, bus menyalip kenkanan melanggar marka,” kata Ipda Johan.

Usai kecelakaan keua kendaraan yang terlibat laka maut ini diamankan di pos lantas Caruban. Sementara korban meninggal dan luka dievakuasi di RSUD Caruban. Kasus kecelakaan lalu-lintas ini dalam penanganan Satlantas Polres Madiun.

Baca juga: Terbaru, Magic Lightening Premium Diamond 1 Glowing Bisa Atasi Masalah Jerawat Wajah

Humas RSUD Caruban, Yoyok A Setyawan mengatakan, pihaknya menerima dua korban laka maut ini dalam keadaan sudah meninggal dunia, sementara satu korban dalam keadaan kritis dengan luka robek bagian dahi sepanjang 10 centi meter, memar kedua bola mata dan patah pergelangan tangan.

“Penyebab pasti meninggalnya dua korban kami tidak tahu pasti, karena saat kami terima, korban sudah dalam keadaan meninggal. Begitu kami terima, langsung kita masukkan ke kamar jenazah, sementara satu orang dalam kondisi kritis,” jelas Yoyok.(hen)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru