KLIKJATIM.Com | Tulungagung—Ada yang unik dari prosesi wisuda ke-27 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung. Ada salahsatu mahasiswa yang menggunakan moda transportasi mesin pembajak sawah (traktor) dalam wisuda yang digelar secara drive thru ini.
[irp]
Salah satu yang tergolong nekat adalah mahasiswa program studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Ahmad Misbahul Munir. Ia menaiki gerobak yang ditarik mesin traktor pembajak sawah.
Dalam prosesi wisuda, Sabtu (14/11/2020) traktor tersebut harus mengantre bersama kendaraan mahasiswa lain. Sementara itu Misbahul tampak santai duduk di atas gerobak dengan memakai kostum toga.
Saat panggilan tiba, traktor pembawa wisudawan itu bergerak menuju lokasi wisuda, selanjutnya Misbahul turun dari gerobak dan menuju mimbar rektor untuk prosesi pemindahan kucir. Dikutip dari channel YouTube Satu TV milik IAIN Tulungagung, Misbahul mengaku sengaja mengendarai mesin traktor sebagai salah satu penghormatan berhadap profesi yang dijalankan orang tuanya.
"Walaupun tak punya Avanza tapi bengkok (Sawah) bapak saya luas. Makanya pakai ini," kata Ahmad Misbahul Munir, Minggu (15/11/2020).
Ia juga berpesan kepada seluruh mahasiswa agar tetap bangga terhadap kedua orang tua, apapun profesinya. "Tetap banggalah terhadap kedua orang tua, apapun profesinya banggalah. Karena suatu saat nanti juga jadi orang tua, pasti juga dibanggakan oleh anak-anak," ujarnya.
Baca juga: Perkuat Distribusi Energi, Patra Logistik Resmi Kelola Operasional Armada SKID LPG di Jatimbalinus
Sementara Kasubbag Humas IAIN Tulungagung Ulul Abshor mengatakan, wisuda secara drive thru itu sengaja dipilih untuk meminimalisir terjadinya penularan covid-19.
"Sebetulnya kami punya tiga pilihan, yakni wisuda virtual, kemudian wisuda drive thru dan wisuda tatap muka dengan menerapkan protokol secara ketat," kata Ulil.
Dari berbagai pertimbangan dan saran dari berbagai elemen kampus, akhirnya IAIN Tulungagung memilih wisuda secara drive thru. Pihaknya mengaku tidak memilih wisuda virtual, karena dinilai kurang greget.
Ulil, menambahkan prosesi wisuda drive thru 1.582 mahasiswa S1 hingga S3 itu dibagi menjadi empat gelombang dan dilaksanakan selama empat hari, yaitu tanggal 10, 11, 12 dan 14 November. Pihak kampus mempersilahkan mahasiswa untuk memilih sendiri moda transportasi yang digunakan.
Baca juga: Antisipasi Kecelakaan Libur Panjang, KAI Daop 9 Jember Terjunkan 17 Petugas Jaga Lintas Ekstra
"Ada yang pakai mobil, sepeda motor, ada juga yang pakai sepeda, delman, termasuk ada juga yang naik traktor. Kami memang tidak melarang," jelasnya.
Pihaknya menilai kreasi mahasiswa yang menggunakan kendaraan unik itu adalah salah satu wujud luapan kegembiraan telah lulus dari pembelajaran di IAIN Tulungagung.
"Seperti yang disampaikan Pak Rektor, Wisuda ke-27 ini merupakan adalah wisuda terakhir di IAIN Tulungagung, karena saat ini adalah masa transisi, peralihan status dari IAIN menjadi UIN (Universitas Islam Negeri)," kata Ulil Abshor. (hen)
Editor : Redaksi