klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Cawabup Dwi Astutik Sapa Jemaah Pengajian Dakwahtus Sholehah, Janji Perjuangkan Hak Kaum Perempuan dan Tingkatkan SDM

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Cawabup Sidoarjo Dwi Astutik memaparkan visi misinya. (Satria Nugraha/klikjatim.com)
Cawabup Sidoarjo Dwi Astutik memaparkan visi misinya. (Satria Nugraha/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com I Sidoarjo - Cawabup Sidoarjo Dwi Astutik, terus turun ke bawah untuk menyapa sekaligus menyerap aspirasi masyarakat Sidoarjo. Salah satunya menyapa jemaah pengajian Dakwatus Sholehah RT 85, RW II, Kelurahan Tropodo, Kecamatan Waru, Sidoarjo.

[irp]

Sri Wiyono, panitia jemaah pengajian Dakwahtus Sholehah mengatakan, pihaknya berterima kasih atas kadatangan Cawabup Dwi Astutik.

"Saya berterima kasih Bunda Dwi Astutik berkenan hadir. Ini sekaligus menjadi sarana untuk bersilaturahmi dan bertatap muka secara langsung dengan cawabup nomor urut 3," tuturnya.

Dengan momen pertemuan tersebut, pihaknya merasa lebih yakin dengan kemampuan yang dimiliki oleh Dwi Astutik. "Bu Dwi orangnya cerdas, kami yakin saat memimpin Sidoarjo bersama Pak Kelana nanti, akan membawa kemajuan di Sidoarjo," ujarnya.

Dia berharap, persoalan di daerah Tropodo seperti tersumbatnya saluran yang mengakibatkan banjir di pemukiman bisa diatasi. "Kami minta agar segera dilakukan normalisasi saluran air dan menambah daerah resapan air di pemukiman agar banjir tidak terjadi lagi," sambungnya.

Sri Wiyono menambahkan, Paslon Kelana Aprilianto–Dwi Astutik merupakan paket lengkap karena ada perempuannya. Dengan begitu sudut pandang perempuan di Sidoarjo bisa terwakili dari sosok Dwi Astutik.

Sementara itu, Dwi Astutik yang juga Wakil Sekretaris Muslimat NU Jawa Timur mengatakan, pasangan BerKelas bertekad untuk membangun Sidoarjo lebih maju.

“Jika terpilih nanti, kami akan memperjuangkan hak-hak kaum perempuan, dan peningkatan SDM. Kami meminta kepada seluruh jamaah pengajian untuk terus berdoa dan berjuang menuju Sidoarjo Makmur dengan memenangkan Pasangan Kelana-Astutik,” tutur Dwi Astutik. (nul)

Editor :