klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

H+3 Penemuan Mayat Bukit Jamur, Polisi Belum Berhasil Ungkap Identitas Korban dan Pelaku

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Polisi saat mengevakuasi dan mengidentifikasi korban di kubangan Bukit Jamur, Kecamatan Bungah.
Polisi saat mengevakuasi dan mengidentifikasi korban di kubangan Bukit Jamur, Kecamatan Bungah.

KLIKJATIM.COM | Gresik - Penyidik Satreskrim Polres Gresik dituntut untuk kerja ekstra dalam mengungkap penemuan mayat remaja di kubangan Bukit Jamur, Desa Bungah Kecamatan Bungah. Pasalnya, hingga H+3 sejak mayat ditemukan pada Kamis (29/10/2020) hingga kini polisi belum mampu mengungkap identitas korban dan penyebab kematiannya.

[irp]

Karena belum bisa ungkap korban, polisi juga masih jalan di tempat untuk bisa mengungkap misteri kemarian Mr X berusia sekitar 15 tahunan tersebut. Tanda-tanda kematian tak wajar terlihat saat kali pertama ditemukan, kondisi mayat dalam keadaan tangan dan kaki terikat tali. Kabarnya polisi sempat melacak keberadaan HP yang dimiliki oleh bocah asal Desa Sidomukti, Kecamatan Bungah yang dilaporkan hilang sehari sebelum ditemukan juga sempat mendeteksi sinyal di Kecamatan Karangbinangun Lamongan.

Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Bayu Febrianto Prayoga saat dihubungi melalui ponselnya mengatakan, hingga kini pihaknya belum bisa memastikan identitas korban termasuk penyebab kematiannya. Untuk dugaan pembunuhan dan pelakunya, dia menegaskan belum ada. "Belum (pelaku, Red) ada sampai saat ini," kata AKP Bayu Febrianto singkat.

Kapolsek Bungah AKP Sujiran menjelaskan, pihaknya hingga kini masih terus melakukan upaya mengungkap identitas korban. Besok (2/11/2020), polisi bersama tim medis akan mencocokan identitas korban melalui identifikasi gigi.

Polisi, kata AKP Sujiran, telah meminta orang tua yang mengaku kehilangan anak dari Desa Sidokumpul, Kecamatan Bungah untuk membawa dokumen pemeriksaan gigi ataupun bekas gigi anaknya yang tanggal. Hal itu untuk dicocokkan dengan identitas korban.

"Tubuh korban sudah rusak. Sidik jari tidak bisa dideteksi dan wajahnya sulit dikenali. Kemungkinan uji forensik akan dilakukan besok dengan melakukan uji pada gigi korban," terang Sujiran, Minggu (1/11/2020).

Penemuan mayat bocah laki-laki itu sempat membuat warga geger. Bagaimana tidak, korban yang diperkirakan berusia antar 13-15 tahun tewas dengan tangan dan kaki terikat ke belakang. Ia ditemukan tengkurap mengapung di bekas galian C Bukit Jamur oleh santri pondok pesantren sekitar.

Dugaan bahwa bocah tersebut menjadi korban pembunuhan pun bermunculan. Terkait dugaan pembunuhan ini Kapolsek Bungah belum bisa mepastikan. Sebab dari visum luar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Sehingga masih ada banyak kemungkinan.

Kapolsek hanya mengimbau masyarakat tidak berspekulasi. Pihaknya belum bisa menyimpulkan bahwa korban adalah anak hilang dari Sidokumpul dan korban pembunuhan atau bukan, sebelum hasil penyelidikan benar-benar tuntas.

"Orang tua dari anak yang hilang mengaku mengenali baju korban. Akan tetapi baju kan banyak yang sama. Sehingga belum bisa dipastikan. Kita tunggu saja hasil uji medis dengan mencocokkan gigi besok," tegas perwira dengan tiga balok tersebut. (hen)

Editor :