KLIKJATIM.Com ǀ Surabaya – Ratusan penumpang yang menjadi korban dalam peristiwa terbakarnya KM Santika Nusantara di perairan Masalembu, Sumenep, Madura, akhirnya berhasil dievakuasi. Sebagian di antara mereka telah tiba di Terminal Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Sabtu (24/8/2019) kemarin.
Tiga orang di antaranya tewas. Mereka adalah Asfani, dan seorang Anak Buah Kapal (ABK) bernama Bekti Tri Setyanto. Keduanya merupakan warga Jawa Timur. Sedangkan satu orang belum bisa diidentifikasi.
"Saya seperti ada firasat sebelum dengar kabar kalau beliau (Asfani) meninggal. Rasanya itu seperti ingin sekali bertemu," kata Adik dari Asfani, Selamet kepada Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa, saat melakukan penyambutan proses evakuasi korban KM Santika Nusantara di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
Dikatakan Khofifah, pihaknya turut menyampaikan rasa duka dan bela sungkawa atas meninggalnya korban dalam insiden ini. Begitu sampai di darat, ketiga jenazah langsung dibawa ke RS Bhayangkara untuk kepentingan data administrasi.
[irp]
“Ambulan sudah disiapkan untuk mengantar sampai rumah duka. Mudah-mudahan keluarga yang ditinggalkan sabar, tabah dan para korban (meninggal) dimaafkan dosa-dosanya, diterima amal ibadahnya serta mendapatkan tempat khusnul khotimah. Amin," ujar Gubernur perempuan itu.
Mantan Menteri Sosial itu juga memastikan, bahwa seluruh korban selamat dalam keadaan sehat dan baik. Karena perjalanan panjang, sehingga beberapa di antara mereka merasakan pusing, lelah juga trauma setelah beberapa jam dengan pelampung di atas laut.
Terkait penanganan para korban selamat, lanjut Khofifah, pihaknya sudah koordinasi dengan Dirut RSUD Dr Soetomo agar stand by di Pelabuhan Tanjung Perak. Tujuannya untuk berjaga-jaga, jika terdapat korban yang perlu dirujuk.
"Sampai sekarang belum ada yang dirujuk karena para korban dalam keadaan sehat. Tenaga medis RSUD Dr Soetomo sudah stand by, termasuk ambulan jika suatu saat dibutuhkan,” menurutnya.
[irp]
Untuk korban yang perlu dirujuk ke RSUD Dr Soetomo, tidak perlu khawatir dengan biaya pengobatan. Karena selama pengobatan di rumah sakit pelat merah tersebut, seluruh pasien dari korban KM Santika Nusantara digratiskan.
Selanjutnya, dalam kesempatan itu Khofifah juga memberikan uang pengganti transport kepada korban yang tiba di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Masing-masing korban selamat diberi Rp 500 ribu. Khusus keluarga korban meninggal menerima santunan uang duka Rp 10 juta bagi warga Jawa Timur.
Adapun diketahui, peristiwa terbakarnya Kapal Motor (KM) Santika Nusantara di perairan Masalembu, Sumenep, Madura, Jawa Timur, terjadi pada Kamis (22/8/2019), sekitar pukul 20.45 Wib. Kapal yang mengangkut ratusan penumpang itu berlayar dengan rute Surabaya-Balikpapan. (nk/hen)
Editor : Redaksi