KLIKJATIM.Com I Sidoarjo – Sampai saat ini warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Surabaya di Porong, Sidoarjo tercatat sebanyak 47 orang positif Covid-19. Dan, untuk mengantisipasi penyebaran agar tidak semakin bertambah telah dilakukan beberapa upaya. Salah satunya adalah penyemprotan cairan disinfektan skala besar ke seluruh area lapas.
[irp]
Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Lapas Porong, Hero Sulistiyono mengatakan, sebelumnya upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di dalam gedung sudah rutin dilakukan setiap hari. Yaitu dengan cara menyemprotkan disinfektan secara manual.
“Ini merupakan penyemprotan skala besar. Hari Senin kemarin kita telah mendatangkan mobil bronto skylift milik Pemkot Surabaya untuk penyemprotan disinfektan. Hari ini kita kembali mendatangkan dua mobil pemadam kebakaran dengan kapasitas 3 ribu liter,” terang Hero, Rabu (2/9/2020).
Bukan itu saja. Tapi sebuah drone juga dikerahkan untuk membantu penyemprotan cairan disinfektan agar bisa menjangkau semua sudut Lapas.
Selain penyemprotan, upaya lain yang ditempuh adalah menghentikan sementara waktu kunjungan keluarga kepada warga binaan. “Di banyak sudut, kita telah siapkan sarana cuci tangan. Warga binaan juga telah kita bagikan masker dan multi vitamin. Aktivitas berolahraga juga rutin digelar setiap pagi,” jelasnya.
Sementara itu, dokter Lapas Porong, dr. Harjo Santosa menuturkan, saat ini para warga binaan yang positif Covid-19 telah menjalani isolasi di ruang khusus. Sedangkan enam orang lainnya dirawat di dua rumah sakit di Sidoarjo, dan dua di antaranya sembuh.
Adapun empat petugas Lapas Porong yang juga terpapar Covid-19 telah melakukan isolasi mandiri di rumah. Satu orang berhasil sembuh.
“Saat ini kami menyediakan tiga ruang untuk isolasi dengan kapasitas 120 orang. Bila terus bertambah, kita juga siapkan tempat isolasi lain dengan daya tampung lebih banyak. Namun kami berharap upaya kami menghalau penyebaran Covid-19 di dalam area lapas bisa berhasil,” ujarnya.
Ditambahkan, pihaknya pun sudah komunikasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur. Sehingga bisa dilakukan tracing lanjutan dan swab massal.
“Swab pertama telah kita lakukan pada tanggal 25 Agustus 2020 lalu. Swab kedua akan kita gelar sekitar tanggal 5 September 2020 nati,” pungkas dr. Harjo. (nul)
Editor : Satria Nugraha