KLIKJATIM. COM | Gresik - Jumlah pasien sembuh di Gresik hari ini kembali bertambah 40 orang. Dengan demikian, jumlah pasien yang sembuh hingga kini mencapai 1.882 orang. Sementara pasien terkonfirmasi mulai menurun hingga tercatat ada 2.755 orang hingga Senin (24/8/2020) ini. Untuk yang masih menjalani perawatan juga berkurang menjadi 483 orang.
[irp]
Bupati Gresik Sambari Halim Radianto saat memantau jajarannya mengikuti rapid tes di di Ruang Putricempo, Senin (24/8/2020) mengatakan, untuk menekan penyebaran, pihaknya terus memperbanyak pemeriksaan atau testing. Pemeriksaan bisa dilakukan dengan metode rapid tes, serologi, atau swab PCR.
"Seperti yang kami laksanakan pagi ini, ada 500 pejabat struktural Pemkab Gresik yang mengikuti rapid tes. Mereka menjalani rapid tes usai libur dan cuti bersama. Mereka adalah ASN yang telah berpergian ke luar kota selama liburan," kata Bupati Gresik Sambari Halim Radianto.
Dikatakan, pemeriksaan dilakukan secara berkala untuk memastikan jajaran ASN Pemkab Gresik sehat dan tidak tertular. Ini yang menjadi fokus perhatianya selama ini. Dia tidak ingin jumlah ASN dan non ASN yang ada di lingkungan Pemkab Gresik bertambah, apalagi sampai meninggal dunia.
"Prinsip kami lebih baik mencegah daripada mengobati. Apalagi hingga kini obat untuk Covid masih belum tersedia," tandas Bupati Gresik.
[irp]
Sementara itu Pj Sekda Gresik Abimanyu Pontjoatmojo Iswinarno menjelaskan, kegiatan rapid test ini dikeluarkan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Gresik khususnya penyebaran cluster dari daerah lain. Bupati Gresik meminta seluruh Kepala OPD, serta ASN yang berpergian atau berlibur keluar kota agar melakukan rapid test. Bupati juga memerintahkan agar para Kepala OPD untuk menghimpun bukti rapid test tersebut melalui Pj. Sekda.
“Sesuai perintah Bupati semua Pejabat eselon dua dan tiga diharuskan melaksanakan rapid test secara mandiri dan mengumpulkan hasil rapid test tersebut. Para Kepala OPD tersebut juga harus mendata para stafnya yang berpergian keluar kota untuk mengumpulkan hasil rapid test.” kata Abimanyu.
Dikatakan, Pemkab Gresik melalui Dinas Kesehatan telah menyiapkan 250 paket rapid test kepada para kepala OPD atau ASN yang belum melaksanakan rapid test mandiri. Sesuai perintah Bupati, Para Kepala OPD harus mengikutkan stafnya untuk di rapid test.
“Para Kepala OPD harus peka terhadap keadaan anak buahnya, karena paket rapid test ini jumlahnya terbatas. Maka para pimpinan tersebut harus menentukan, siapa yang harus diikutkan rapid test ini” papar Abimanyu Pontjoatmojo Iswinarno. (hen)
Editor : Redaksi